Jumat, Colo Timur dan Barat Mulai Teraliri Air

Warga beraktivitas di bibir Saluran Induk Colo Barat, Sendang Ijo, Selogiri, Wonogiri, Senin (17/9 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
15 November 2018 07:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Perum Jasa Tirta (PJT) I memastikan akan meningkatkan debit outflow atau pengeluaran air Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri menjadi 13 m3/detik pada Jumat (16/11/2018) pukul 00.00 WIB.

Pada posisi itu debit air akan bisa mengalir ke Saluran Induk Colo Timur dan Barat. Langkah itu diambil menyusul semakin meningkatnya elevasi atau tinggi muka air (TMA) WGM beberapa hari terakhir setelah hujan kerap mengguyur di wilayah hulu.

Kepala Sub Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) III PJT I, Didit Priambodo, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (14/11/2018), menginformasikan elevasi WGM cenderung meningkat beberapa hari terakhir.

Pada Rabu pukul 12.00 WIB, elevasi WGM tercatat 127,14 meter soerabaia haven vloed peil (shvp). Berdasar Rencana Alokasi Tahunan (RAT) 2018/2019, setelah penutupan Colo Timur dan Barat, air WGM akan digelontorkan jika elevasi di posisi 127,27 meter shvp.

Hal itu berarti masih dibutuhkan peningkatan elevasi setinggi 13 cm shvp untuk mencapai posisi tersebut. Di sisi lain masih ada waktu lebih dari 24 jam sebelum jadwal pembukaan Jumat.

Didit memperkirakan elevasi akan terus meningkat lantaran setiap hari hujan sehingga besar kemungkinan elevasi 127,27 bisa tercapai.

“Saat elevasi lebih dari 127 meter shvp air waduk sudah memungkinkan dilepas. Oleh karena itu kami akan melepas air sebesar 13 m3/detik melalui pintu HJV [hollow jet valve] sesuai rencana sebelumnya, 16 November pukul 00.00 WIB,” kata Didit mewakili Kepala Divisi Jasa ASA III PJT I, Viari Djaja Singa.

Outflow sebesar 13 m3/detik itu meningkat 11 m3/detik dari pada pengeluaran beberapa pekan terakhir yang tercatat hanya 2 m3/detik. Meski outflow ditingkatkan, debit belum bisa menggerakkan turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) WGM.

Hal itu karena debit masih belum cukup. Oleh karena itu air dikeluarkan melalui HJV, bukan pintu turbin. Air dikeluarkan melalui pintu turbin jika elevasi sudah mencapai lebih dari 128 meter shvp.

Outflow 13 m3/detik akan bertahan 15 hari ke depan. Penggelontoran periode berikutnya sesuai pola alokasi air yang sudah ditetapkan.

Hanya, Didit perlu mengecek data lebih lanjut untuk mengetahui berapa debit outflow pada periode berikutnya. Didit menjelaskan setelah digelontor, air akan mengalir ke Colo Timur sebesar 7 m3/detik dan Barat 3 m3/detik.

Namun, tidak menutup kemungkinan debit bisa lebih besar jika Sungai Bengawan Solo ruas antara WGM hingga Dam Colo, Sukoharjo mendapat tambahan alokasi dari anak-anak sungai atau hujan.

“Selama ini petani beranggapan Colo Timur dan Barat hingga sekarang [Rabu] belum ada air karena pembukaan pintu saluran molor. Perlu diketahui, pengeringan saluran irigasi tetap sesuai pola, yakni sampai 1-31 Oktober lalu," jelas Didit.

Pada 1 November pintu saluran sudah dibuka. Namun, saluran tidak ada air karena memang tak ada air yang masuk ke Bengawan Solo. Sementara saat elevasi waduk minim, kurang dari 127 meter shvp, air tidak boleh dikeluarkan dalam debit besar.

"Saat itu outflow 2 m3/detik hanya untuk pemeliharaan sungai,” terang Didit.

Peningkatan elevasi dapat dilihat dari data. Pada Sabtu (10/11/2018), elevasi pada pukul 12.00 WIB tercatat 126,96 meter shvp. Elevasi cenderung naik mulai Rabu (7/11/2018) pukul 22.00 WIB.

Sebelumnya elevasi mencapai posisi terendah, yakni 126,74 meter shvp pada Selasa (6/11/2018) pukul 20.00 WIB. Sehari kemudian pada pukul 22.00 WIB elevasi naik menjadi 126,75 meter shvp.

Elevasi itu stabil hingga Kamis (8/11/2018). Setelah hujan mengguyur cukup deras dan lama pada Kamis sore membuat elevasi menyentuh 127,37 meter shvp pada Jumat (9/11/2018) pukul 00.00 WIB.

Saat itu inflow atau air yang masuk ke WGM mencapai 100 m3/detik. Namun, pada Sabtu pukul 06.00 WIB elevasi turun di posisi 127 meter shvp.

Hal itu karena setelah hujan reda air dari hulu tak masuk ke WGM. Air lebih banyak mengisi alur/lekuk-lekuk bendungan sungai. Pada sisi lain air terus dikeluarkan pada debit 2 m3/detik.

Setelah itu inflow kembali nihil sehingga elevasi waduk terus turun. Saat tengah hari menyusut menjadi 126,96 meter shvp. Hujan yang konsisten membuat elevasi pada Rabu kemarin naik menjadi 127,14 meter shvp.