Kakak Beradik Sragen Nyaleg Kampanye Bersama Meski Beda Partai

Warga melintas di depan warung yang terdapat APK bersama milik kakak beradik Suro Jogo dan Bombong di wilayah Desa Plosorejo, Gondang, Sragen, Jumat (16/11 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
16 November 2018 15:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Alat peraga kampanye (APK) mulai bertebaran di beberapa tempat meskipun belum masif di wilayah Kabupaten Sragen

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen pun sudah menginventarisasi lokasi-lokasi APK yang melanggar Peraturan Bupati (Perbup). APK-APK tersebut merupakan milik para calon anggota legislatif (caleg), mulai dari caleg DPR, DPRD Provinsi Jateng, dan DPRD Kabupaten Sragen.

APK itu ada yang berupa baliho berukuran besar, spanduk, maupun baliho mini. Foto caleg yang terpampang di baliho itu dengan aksesori logo partai, nomor urut, dan tentu nama caleg yang bersangkutan plus slogan.

Dari sekian banyak APK itu, baliho mini milik kakak beradik asal Desa Plosorejo, Kecamatan Gondang, Sragen, mengundang perhatian. Mereka tidak lain putra pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda, Syarif Hidayatullah.

Suro Jogo P.B.S.H. adalah putra tertua Syarif. Ia menjadi caleg DPRD Provinsi Jateng dari daerah pemilihan (Dapil) VI Jateng nomor urut 9 atau nomor paling bawah lewat Partai Demokrat. 

Bombong Lukito Samudro, adik Suro, juga menjadi caleg tetapi caleg DPRD Sragen dari Dapil V Sragen nomor urut 1 dengan kendaraan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

Meski beda partai, mereka mencetak baliho mini sebagai APK bersama. Dalam satu baliho itu, ada dua foto, yakni Foto Suro Jogo dan Bombong dengan dua logo parpol masing-masing.

“Ya, memang dibuat bersama. Kan kakak beradik, satu rumah. Tidur saja bersama apalagi hanya pasang baliho. Yang membuat [APK] Abah [Syarif Hidayatullah]. Buatnya 300 lembar lebih. Soalnya ada simpatisan yang buat tanpa sepengetahuan saya. Selain baliho ada stiker juga,” kata Suro saat berbincang dengan Solopos.com di teras Ponpes Nurul Huda Plosorejo, Gondang, Jumat (16/11/2018).

Suro tak masalah bikin baliho bersama. APK itu disebar ke wilayah Kecamatan Sambirejo, Gondang, dan Sambungmacan. Suro mengatakan yang menyebar para santri Ponpes Nurul Huda.

Pesta demokasi bagi Suro hal biasa. Ia sudah mengikuti dua pesta demokrasi meskipun belum pernah lolos.

“Pada 2014, saya nyalon DPD [Dewan Perwakilan Daerah]. Sebenarnya menang tetapi tidak didadeke. Suara saya yang awalnya nomor 2-3 akhirnya hilang di tengah jalan. Kemudian pada 2015, saya maju menjadi Wakil Bupati Sragen dan tidak jadi. Sekarang maju jadi caleg DPRD Jateng. Soal jadi atau tidak itu diserahkan kepada Tuhan saja,” ujarnya.

Di tengah perbincangan itu, Bombong datang dengan tampilan santri, berpeci dengan kemeja panjang dan sarungan. Bombong yang juga petahana berharap bisa lolos lagi. 

Ia seperti kakaknya yang tidak perlu menyantumkan program pada APK. “Tidak perlu buat program. Banyak yang buat program tetapi tidak ada realisasinya kan percuma,” ujarnya.

Selain Bombong, ada caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang maju dari Dapil V Sragen, Nurlia Yusniar. Caleg nomor urut 1 itu juga membuat APK berupa spanduk yang dipasang di pinggir jalan Tunjungan-Gondang. 

Lewat APK itu, Nurlia menyampikan program Cerdas Rakyatnya Menghasilkan Dewan Berkualitas...!!! H.M. Aziz Kristanto yang juga mantan legislator kembali terjun ke dunia politik. 

Ia maju menjadi caleg DPRD Provinsi Jateng di Dapil VI lewat Partai Nasdem. Ia membuat spanduk dengan tandemnya, yakni caleg DPR dari Partai Nasdem di Dapil IV, H. Didi Supriyanto. 

Spanduknya dipasang di jalan Ngarum-Sambirejo. Caleg DPR lainnya, H. Tri Agus Bayusena, justru membuat baliho berukuran besar di pinggir jalan Sragen-Ngawi. 

Foto caleg Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu terpampang cukup besar dengan slogan Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Balihonya menyebar sampai ke wilayah Miri dan sekitarnya.

Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budhi Prasetya, menilai sejumlah APK caleg tersebut direkomendasikan untuk dicopot karena menyalahi ketentuan dalam Peraturan KPU dan Perbup. 

Budhi sudah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen untuk menertibkan sejumlah APK tersebut pada Sabtu (17/11/2018) ini.