Warga Sragen Usir Puting Beliung dengan Sapu Lidi

Warga bersama petugas BPBD dan sukarelawan di Sragen membantu menyingkirkan pohon tumbang di Mondokan, Kamis (25/10 - 218). (Istimewa/BPBD Sragen)
19 November 2018 13:00 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN – Hujan disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen, Minggu (18/11/2018) sore.

Seperti di Dukuh Ngepung RT 030/RW 012 Desa Pelemgadung, Karangmalang. Pada pukul 17.00 WIB diketahui rumah milik Narti, 60; Ngadiyo, 60, dan Sukidi, 55, rusak ringan akibat terjangan angin puting beliung selama lebih kurang lima menit.

Rumah yang rusak di bagian atap. Saat kejadian turun hujan gerimis, dan mendung gelap menggantung di langit. "Asbes dan genteng rumah terlepas dari kerangkanya," ujar Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, melalui Kapolsek Karangmalang, AKP Mujiono.

Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut. Sedangkan kerugian materiil ditaksir Rp3 juta. Angin puting beliung juga menerjang Dukuh Soko RT 009 dan Dukuh Bulaksari RT 004 Desa Soko, Kecamatan Miri pada Minggu sekitar pukul 15.30 WIB.

Sebanyak lima rumah rusak di dua dukuh itu akibat disapu pusaran angin puting beliung. "Sebuah warung makan di barat Hotel Kendedes milik Pak Sutarjo ambruk. Lainnya itu atap rusak karena angin dan ada rumah yang tertimpa pohon," kata Kades Soko, Kardiyo.

Dia mengaku bersyukur lantaran tidak ada warganya yang mengalami luka akibat kejadian tersebut. Walau diakui dia beberapa rumah warga diketahui rusak. "Warga bersama sejumlah elemen sudah gotong royong memperbaiki rumah. Dilanjutkan besok," sambung dia.

Kardiyo mengisahkan saat kejadian warga kaget dan sontak menghambur ke luar rumah. Warga rela hujan-hujanan ketimbang ambil risiko tertimpa bagian rumah karena terjangan angin. Warga keluar sambil membawa sapu lidi dan mengacungkannya ke arah angin kencang.

Aksi itu dilakukan warga dengan maksud agar angin puting beliung segera pergi dan tidak begitu merusak rumah warga. "Warga mengacungkan sapu lidi ke arah angin sambil melafalkan takbir dan doa-doa. Alhamdulillah tidak ada korban luka dari warga," tutur dia.