Embung Pemancingan Ikan Jadi Andalan Kelurahan Kriwen

Sejumlah pehobi mancing duduk berjejer saat memancing ikan di embung di Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo. Foto diambil pada Minggu (7/10/2018). (Solopos - Bony Eko Wicaksono)
20 November 2018 21:27 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Minimnya sumber daya alam tak menyurutkan warga Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo, untuk mengangkat potensi di wilayah Kriwen.

Kendati secara administratif terletak di kota, namun sebagian besar wilayah Kelurahan Kriwen merupakan lahan pertanian. Banyak terdapat lahan kosong dan tanah lapang yang bisa dioptimalkan.

Selain itu, banyak terdapat embung atau kolam yang selama ini hanya berfungsi untuk mengairi lahan pertanian. Embung itu berada di sekitar lahan pertanian milik warga setempat. Lantaran memiliki potensi tinggi, anggota karang taruna dan warga setempat menyulap embung itu menjadi lokasi pemancingan ikan.

Pemerintah kelurahan bersama anggota karang taruna menggandeng komunitas pehobi mancing atau mancing mania untuk meramaikan embung itu.

“Saat kemarau, debit air di embung turun drastis. Embung itu menjadi satu-satunya sumber air untuk mengairi lahan pertanian,” kata seorang warga setempat, Hanan, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (15/11/2018).

Kedalaman embung itu lebih dari empat meter. Sementara panjang embung lebih dari 20 meter. Kondisi embung itu sangat cocok menjadi kolam pemancingan ikan yang bisa mengangkat perekonomian daerah itu.

Tak sedikit warga yang membuka usaha warung makan atau wedangan saat weekend. “Biasanya, para mancing mania berdatangan saat hari libur. Mereka berkelompok memancing ikan di kolam selama berjam-jam. Saat merasa lapar, mereka pesan makanan dan minuman di warung makan milik warga,” ujar dia.

Sebelumnya, komunitas mancing mania menebar puluhan kilogram benih nila di kolam seperti nila. Mereka juga menebar ratusan ikan nila dewasa berbagai ukuran sehingga kolam terlihat penuh nila.

Sementara itu, seorang pehobi mancing, Andi Prasetiawan, mengatakan anggota komunitas pehobi mancing kerap mengikuti lomba memancing ikan di kolam itu. Beberapa waktu lalu, komunitas Pletess Mania menggelar lomba memancing ikan nila di kolam tersebut. Lomba mancing nila itu menjadi event kali pertama di Indonesia. Selama ini, event serupa sering digelar di wilayah Soloraya dengan jenis ikan lainnya seperti bawal dan mujair.

Selain memancing, para mancing mania bisa memperat tali silaturahmi dan membudayakan pemilihan lokasi memancing yang aman dan nyaman yakni di embung. “Kami ingin mengoptimalkan embung di Kelurahan Kriwen untuk memberdayakan warga setempat. Para pehobi mancing bisa menyalurkan hobinya sementara warga mendapatkan tambahan penghasilan,” kata dia.