Mahasiswa IAIN Surakarta Siap Sukseskan Pemilu Damai 2019 Tanpa Hoaks

Deklarasi pemilu damai tanpa hoaks oleh mahasiswa FUD IAIN Surakarta (Istimewa)
24 November 2018 23:10 WIB Chelin Indra Sushmita Sukoharjo Share :

Solopos.com, SOLO – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menggelar Seminar Pendidikan Kewarganegaraan, Jumat (23/11/2018). Acara yang digelar di kafe jeLM IAIN Surakarta itu mengusung tema Dari Kami Milenial untuk Pemilu Damai Tanpa Hoax.

Seminar itu diikuti 345 mahasiswa dari dua program studi yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI). Acara ini dirangkai dengan pameran poster dan deklarasi. Sebanyak 40 poster karya mahasiswa dipajang ikut memeriahkan acara ini. Seminar ini diisi dua pembicara, yaitu Suci Handayani, Divisi Sosialisasi KPUD Kabupaten Sukoharjo, dan Erwina Tri Sulistyaningrum, Humas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Sebelum acara seminar dimulai, para peserta yang semuanya kaum milenial membacakan deklarasi khusus untuk menyukseskan pemilihan umum (pemilu) 2019. Adapun isi deklarasi tersebut adalah menyatakan siap menyukseskan pemilu damai tanpa hoaks sekaligus menjadi pemilih cerdas dan bertanggung jawab. Mereka juga menolak penyebaran berita hoaks, serta menjadi contoh pengguna media sehat, cerdas, kreatif, dan produktif.

Imam Mujahid, Dekan FUD IAIN Surakarta, dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan, acara itu merupakan wujud dari tanggung jawab IAIN Surakarta terutama Fakultas Ushuludin dan Dakwah dalam melakukan pendidikan politik bagi masyarakat termasuk para calon pemilih pemula. Melalui acara ini, mahasiswa diharapkan menjadi calon pemilih yang cerdas, bertanggung jawab, sekaligus memiliki kepedulian pada masyarakat, bangsa dan negara.

Selain itu Imam Mujahid menyampaikan, rangkaian acara ini sangat sesuai dengan model pembelajaran yang dikembangkan di IAIN Surakarta terutama FUD. Bukan hanya bersifat klasikal dan teoritis, tapi memadukan antara pemahaman pada teori, sikap dan praktek.

Sementara itu Joni Rusdiana selaku dosen pengampu mata kuliah di IAIN Surakarta, mengatakan, rangkaian acara ini sebenarnya merupakan grand closing dari mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan semester satu. Tujuan diselenggarakannya acara tersebut untuk memberikan pendidikan politik dan wawasan terkini mengenai pemilu 2019 bagi para calon pemilih pemula. Selain itu acara ini diselenggarakan untuk melakukan sinkronisasi pemahaman mahasiswa antara teori yang diajarkan dengan kondisi nyata.

Lebih lanjut Joni Rusdiana menambahkan, seusai mengikuti seminar para peserta diberi tugas melakukan kampanye pemilu damai kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Kampanye ini dilakukan dengan cara terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan pendidikan politik, terutama sukses pemilu 2019 yang damai dan tanpa hoaks.

Misi kampanye yang dilakukan mahasiswa meliputi tiga hal yaitu, mengajak menggunakan hak pilih pada pemilu 2019, mengingatkan agar masyarakat memastikan sudah terdaftar di DPT, serta memberikan pengetahuan soal menanggulangi hoaks.

Guna melakukan kampanye tersebut, para peserta di bagi dalam beberapa kelompok. Mereka diminta melakukan kampanye minimal kepada empat orang yang terdiri dari orang tua dan kaum milenial, masing-masing terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Tugas ini diberikan dengan maksud untuk meningkatkan jiwa nasionalisme mahasiswa IAIN Surakarta dengan cara menumbuhkan rasa memiliki dan peduli pada bangsa dan negara. Kegiatan ini juga melatih keberanian mahasiswa untuk berkomunikasi dan bertanggung jawab.

Selain itu kampanye pemilu damai yang dilakukan mahasiswa IAIN Surakarta adalah untuk mematahkan asumsi kaum milenial terutama para calon pemilih pemula memiliki sikap apatis terhadap politik. Melalui kampanye pemilu damai ini ingin menunjukkan bahwa para calon pemilih pemula bukan hanya siap akan menggunakan hak pilih justru mereka sangat peduli dan siap mendukung secara aktif suksesnya pemilu 2019 mendatang.