2018, 506 Kasus dan 5 Ibu Hamil Di Sukoharjo Positif HIV/AIDS

Ilustrasi HIV - AIDS (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
25 November 2018 16:40 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Hingga 2018 terdapat 506 kasus HIV/AIDS dengan lima ibu hamil di Sukoharjo terdeteksi positif mengidap virus HIV/AIDS selama kurun waktu Januari-Oktober 2018. Pemkab Sukoharjo meminta para ibu hamil melakukan voluntary counselling test (VCT) di rumah sakit atau puskesmas.

Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Yunia Wahdiyati di sela-sela peringatan Hari Aids Sedunia di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD) Graha Wijaya, Minggu (25/11/2018).

Ketiga ibu hamil itu diketahui mengidap virus HIV/AIDS saat melakukan VCT di layanan kesehatan di setiap kecamatan. Usia kandungan para ibu hamil itu lebih dari tiga bulan. Bahkan ada yang diperkirakan melahirkan dalam beberapa pekan mendatang.

“Ini sangat memprihatinkan karena ada lima ibu hamil yang positif mengidap virus HIV/AIDS. Bayi di dalam rahim berpotensi mengidap virus HIV/AIDS,” kata dia, Minggu.

Pemkab melakukan berbagai upaya pencegahan dari ibu ke anak penularan virus HIV/AIDS, sifilis dan hepatitis B atau triple eliminasi. Sasaran utama implementasi triple elimination adalah para ibu hamil.

Hal ini diatur dalam Permenkes No 52/2017 tentang Eliminasi Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B Dari Ibu ke Anak. “Implementasi triple eliminasi disinergikan dengan program gerakan masyarakat hidup sehat (germas). Sehingga bayi di dalam rahim tidak tertular virus HIV/AIDS karena sang ibu telah mendapatkan pengobatan secara rutin,” ujar dia.

Menurut Yunia, kasus penularan HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es lantaran jumlah pengidap yang berpotensi menularkan virus masih cukup banyak. "Perlu keterlibatan aktif komunitas masyarakat maupun pihak swasta untuk menemukan pengidap baru virus HIV/AIDS. Virus ini hanya bisa ditularkan melalui berhubungan seksual atau berganti ganti jarum suntik. Berjabat tangan dengan orang dengan HIV/AIDS (ODHA ) tidak akan tertular," papar dia.

Berdasarkan data DKK Sukoharjo, total jumlah kasus HIV/AIDS sebanyak 506 kasus. Mereka tersebar di 12 kecamatan se-Sukoahrjo. Sementara jumlah pengidap HIV/AIDS yang meninggal dunia sebanyak 72 orang.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sukoharjo, Etty Wardoyo Wijaya, menyatakan penularan penyakit mengancam masa depan para generasi muda. Karena itu, Etty menghimbau agar para generasi muda tak terjerumus dalam pergaulan bebas. Apabila telah melakukan hubungan seksual berisiko maka harus melakukan VCT untuk mengetahui apakah tertular virus HIV/AIDS atau tidak.

Kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia dikemas dalam acara talkshow yang dihadiri lebih dari 500 peserta. Mereka berasal dari pegiat LSM peduli AIDS, warga peduli AIDS (WPA), tenaga kesehatan dan pelajar. Acara itu juga dihadiri unsure forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopinda) Sukoharjo.