Grebeg Lawu 2018 Digelar Selama Sepekan, Apa Saja Acaranya?

Warga berebut gunungan buah-buahan dan sayur-mayur dalam Grebeg Lawu 2018 di Terminal Tawangmangu, Minggu (25/11/2018). - Ponco Suseno
25 November 2018 20:07 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Minggu (25/11/2018) pagi, warga Tawangmangu dan sekitarnya mengikuti Grebeg Lawu 2018. Acara dimulai dengan mengikuti kirab budaya dari Lapangan Bener menuju Terminal Tawangmangu. Di antara mereka ada yang berpakaian adat Jawa, mengenakan kostum kreasi batik, dan berkostum pedagang pasar menggendong buah-buahan. Tak ketinggalan juga, Bupati Karanganyar, Juliyatmono beserta istrinya turut dalam kirab dengan menunggang kuda.

Kirab rampung, acara dilanjutkan dengan pergelaran seni dan budaya di Terminal Tawangmangu. Di antara kesenian yang ditampilkan tarian Derkuku Karang, reog, dan lainnya.

Sebelum acara seni dan budaya berlangsung, suasana di depan panggung kerhomatan sempat riuh. Gunungan buah-buahan dan sayuran yang ditempatkan di dua jodang direbut warga. Gunungan buah-buahan dan sayur-mayur itu memiliki tinggi sekitar 2 meter. Saking banyaknya pengunjung yang berebut, dua gunungan itu langsung ludes.

“Saat berebut gunungan tadi, saya memperoleh belimbing dan mangga. Kalau mangganya saya bagi dengan teman-teman. Belimbingnya saya makan sendiri. Suasananya memang ramai sekali,” kata salah satu pengunjung Grebeg Lawu 2018, Aulia, 25, saat ditemui Solopos.com, di sela-sela kegiatan.

Berbeda dengan Aulia yang masih muda. Pengunjung Grebeg Lawu 2018 lainnya, Darmi, 41, mengaku tak sempat ikut berebut gunungan. Perempuan yang membawa satu anak itu datang terlambat saat Grebeg Lawu 2018.

“Saya pikir masih nanti siang, ternyata gunungannya sudah diperebutkan. Saya tak kecewa tak memperoleh buah-buahan. Soalnya, saya ingin melihat gelaran seni dan budaya juga di sini. Ini menjadi hiburan bagi saya dan keluarga,” katanya.

Ketua Panitia Penyelenggara Grebeg Lawu 2018, Tarsa, mengatakan kegiatan tahunan tersebut bertujuan melestarikan budaya di Bumi Intanpari. Di antara seni dan budaya yang akan ditampilkan reog, band, ketoprak, keroncong, dalang bocah, campur sari.

“Rangkaian gelaran seni dan budaya itu dapat disaksikan di sini [Terminal Tawangmangu], Minggu (25/11/2018)-Sabtu (1/12/2018),” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengapresiasi kegiatan Grebeg Lawu 2018. Melalui kegiatan tersebut, budaya dijadikan sebagai alat pemersatu warga di Bumi Intanpari.

“Ini bagian dari menjaga kelestarian budaya dan alam. Dalam satu pekan ke depan, warga dapat melihat pertunjukan seni dan budaya,” kata dia.