Korban Macan Gunung Lawu Bertambah, Bupati Karanganyar Ajak Menanam

Anggota polisi, warga, dan petugas Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar saat mengecek hewan ternak, Kamis (22/11/2018). (Istimewa - Polres Karanganyar
25 November 2018 21:30 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Serangan macan Gunung Lawu terhadap kambing di permukiman warga di Gondang, Wonorejo, Jatiyoso, Karanganyar, Minggu (25/11/2018) dini hari pukul 01.30 WIB, makin menguatkan dugaan adanya reaksi hewan-hewan liar terhadap kerusakan hutan. Beberapa waktu lalu, terjadi beberapa kali kasus kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu.

Serangan terakhir menimpa dua ekor kambing milik Marno, warga Gondang, Wonorejo, Jatiyoso. Dengan serangan ini, jumlah hewan ternak milik warga Wonorejo yang mati karena diterkam macan Gunung Lawu bertambah menjadi total 26 ekor kambing. Jumlah itu belum termasuk kasus serupa di Tawangmangu yang terungkap sebelumnya.

Disinggung tentang serangan macan terhadap hewan ternak milik warga Wonorejo, Minggu dini hari, Camat Jatiyoso, Budi Santoso, mengatakan serangan tersebut diduga dilakukan satu ekor macan. Kesimpulan itu berdasarkan luka yang diderita hewan ternak hampir sama.

Sebagian besar hewan ternak yang tewas diterkam macan mengalami luka gigitan di bagian leher, hewan ternak dibiarkan tergeletak di kandang setelah mati, tidak memakan hewan ternak hingga habis, terjadi di malam hari.

“Rangkaian serangan itu, kali pertama menyerang tiga ekor kambing. Lalu dilanjutkan, empat ekor kambing, 11 ekor kambing, enam ekor kambing, dan terakhir ini tadi [dua ekor kambing]. Hewan ternak yang diserang karena kondisi kandang belum kuat. Mulai saat ini, kami minta terus diperkuat. Jika takut akan dimangsa, lebih baik dijual terlebih dahulu. Sudah ada beberapa yang menjual kambing, tapi datanya saya tak hafal. Semoga, situasi di Wonorejo segera kondusif,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, turut menyoroti serangan macan Gunung Lawu di kawasan Jatiyoso. Menanggapi macan yang turun gunung itu, Juliyatmono mengajak seluruh elemen masyarakat di Karanganyar untuk mendukung gerakan penghijauan di Gunung Lawu.

“Mari kita tingkatkan gemar menanam. Agar Karanganyar tetap ijo royo-royo. Gunung Lawu tetap lestari sehingga macan-macan itu tak turun lagi [karena kehabisan makanan],” katanya.