Setelah 50 Tahun, 500 Pengusaha Indonesia Kirab Kadin di Solo

Ketum Kadin Rosan Perkasa Roeslani didampingi CEO PT Sritex Iwan Setiawan Lukminti melihat produk pakaian militer di Batikvaganza Rapimnas Kadin di Hotel Alilia, Solo, Senin (26/11 - 2018). (Solopos/Sunaryo HB)
26 November 2018 19:40 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :
Solopos.com, SOLO --  Pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) 2018 akan dimeriahkan Kirab Budaya Kadin Indonesia, Selasa (27/11/2018). Sekitar 500 pengusaha akan terlibat dalam kirab setelah 50 tahun tak lagi dilaksanakan. 
Wakil Ketua Organizing Committee (OC) Rapimnas Kadin 2018, Daryono, mengatakan Kirab Budaya Kadin Indonesia tersebut ditujukan untuk mempromosikan potensi Solo. Baik dari sisi perdagangan, pariwisata dan sebagainya.
"Kirab nanti akan menjadi momentum untuk memperkenalkan Solo sebagia Kota Budaya dan MICE," kata dia kepada Solopos.com, Senin (26/11/2018). 
Dia juga mengatakan kirab yang akan digelar pada Selasa pukul 15.00 WIB tersebut akan menjadi kirab pertama yang digelar sepanjang sejarah pelaksanaan Rapimnas Kadin sejak 1968 lalu. "Ini juga mumentun di usia ke 50, jadi kami berharap kirab tersebut akan menjadi pembeda," kada dia. 
Daryono mengatakan Kirab Budaya Kadin Indonesia akan mencerminkan Kadin Indonesia. Kegiatan akan diikuti setidaknya 1.000 peserta. Akan ada perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia yang mewakili Kadin dari berbagai daerah. Mereka akan mengenakan pakaian daerah masing-masing. "Jajaran Ketua Umum dan Wakil Ketua Kadin pusat juga akan terlibat. Ada lebih dari 500 pengusaha ikut kirab," lanjut dia. 
Untuk mewakili potensi Solo, juga akan ditampilkan perwakilan dari pasar tradisional, sanggar seni busaya, Keraton Solo dan sebagainya.
"Siapkan 12 kereta kencana dan 50 kereta hias, ada mobil hias dan sebagainya. Perhotelan juga akan ikut," kata dia.
Kirab akan dimulai dari kawasan Sriwedari, tepatnya dari Jl. Bayangkara kemudian memasuki Jl. Slamet Riyadi menuju Balaikota Solo. "Kami minta maaf kepada masyarakat Solo, kemungkinan akan ada pengalihan arus lalu lintas. Mudah-musahan kegiatan ini memberi dampak ke promosi destinasi kita," kata dia.