Solopos Hari Ini: Janji Gaji Guru Honorer Minimal Setara UMK

Harian Umum Solopos edisi Selasa (27/11 - 2018).
27 November 2018 11:10 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pemerintah menjanjikan gaji guru honorer minimal setara dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK). Skema pemberian gaji guru tengah dibahas lintas kementerian.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Supriano seusai upacara peringatan Hari Guru di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Berita mengenai wacana gaji guru yang akan setara dengan UMIK itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (27/11/2018). Berita itu bisa dibaca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga ada kabar terbaru tentang sengketa lahan Sriwedari Solo. Di lahan tersebut, Pemkot Solo terus melakukan penataan dan pembangunan.

Pembangunan Masjid dan Penataan Kawasan Jalan Terus

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tetap melanjutkan pembangunan masjid dan penataan kawasan di kompleks Sriwedari meski Pengadilan Negeri (PN) Solo mengeluarkan surat penetapan sita eksekusi.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan pembangunan Masjid Taman Sriwedari berikut penataan kawasan tetap berjalan dan tidak bermasalah. Pemkot berpegang kepada sertifikat tanah Hak Pakai (HP) Nomor 40 dan HP 41.

Simak selengakapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan menganai tilang yang diabnggap belum membuat pelanggar peraturan lalu lintas jera. Halaman utama Soloraya juga diwarnai dengan kabar retaknya tanggul Sungai Bengawan Solo.

Tilang Tak Bikin Jera

Penindakan dan pemberian surat tilang bagi kendaraan-kendaraan berat yang melintasi jalan yang tak sesuai dengan kelas jalan bagi kendaraat berat itu belum memberikan efek jera. Bahkan ada pengemudi yang diduga nekat mencopot rambu kelas jalan yang terpasang agar mereka leluasa melintas.

Hal ini diungkapkan Kasi Teknologi dan Prasarana Jalan Dishub Sragen, Pursis Yuliono, saat berbincang dengan Solopos, Senin (26/11/2018) siang. "Kami sudah memasang rambu-rambu jalan kelas III di wilayah Pungkruk, Gabugan Tanon, Sumberlawang, dan Gemolong. Pemasangan rambu di Sumberlawang yang sering hilang. Kami mencatat ada lima kejadian rambu-rambu jalan kelas III itu yang hilang. Entah dihilangkan para sopir-sopir itu,” ujar Pursis yang didampingi Kabid Lalu Lintas Dishub Sragen, David Hendrata.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Tanggul Retak-Retak, Warga Diminta Waspada

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo mendapati sebagian kondisi tanggul Sungai Bengawan Solo di wilayah Kelurahan Pucangsawit dan Kelurahan Sewu, Jebres kini dalam kondisi rusak cukup parah. Kondisi itu, menurut dia, mengancam keselamatan warga Pucangsawit dan Sewu terutama yang bertempat tinggal di belakang tanggul. Apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan.

Rudy khawatir tanggul yang telah retak-retak itu ambrol sewaktu-waktu setelah diguyur hujan dan tergerus luapan Sungai Bengawan Solo. Dia pun berencana segera melaporkan kondisi tanggul Sungai Bengawan Solo yang rusak kepada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.