Berlangsung di 2 Tempat, Begini Jalannya Demo Tuntut PT RUM Sukoharjo

Massa aksi menuntut PT RUM Sukoharjo menghentikan uji coba produksi berorasi di halaman Mapolres Sukoharjo, Selasa (27/11 - 2018). (Solopos/Trianto Hery Suryono)
27 November 2018 11:25 WIB Trianto Hery Suryono/Suharsih Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Aksi unjuk rasa warga dari tiga kabupaten, yakni Sukoharjo, Wonogiri, dan Karanganyar, yang menuntut PT Rayon Utama Makmur (RUM) menghentikan uji coba produksi mereka, Selasa (27/11/2018), berlangsung di dua tempat.

Awalnya massa berkumpul di wilayah Nguter kemudian bersama-sama menuju ke arah kota Sukoharjo. Massa ada yang naik sepeda motor, kereta kelinci, dan truk.

Sampai di wilayah kota, massa dipecah menjadi dua. Satu kelompok menuju Mapolres Sukoharjo, kelompok lainnya ke Kantor Pemkab. Di antara massa ada yang memainkan aksi teatrikal menggendong boneka pocong.

Kendaraan pengangkut massa dipasangi spanduk bertulisan tuntutan mereka yang intinya agar PT RUM menghentikan uji coba produksi mereka karena limbahnya masih mengeluarkan bau tak sedap dan mengganggu lingkungan.

Salah satu peserta aksi di Mapolres Sukoharjo, Khoirul, dalam orasinya menyatakan aksi itu sebagai bentuk perjuangan dan ungkapan keprihatinan atas kriminalisasi tujuh aktivis lingkungan yang kini dipenjara karena membela warga terdampak limbah PT RUM.

"Kami meminta laporan dugaan kejahatan koorporasi oleh PT RUM diusut tuntas," seru dia.

Selagi perwakilan massa orasi, wanita polisi (polwan) berjaga di pintu masuk Mapolres Sukoharjo. Peserta aksi meletakkan spanduk di aspal jalan dan duduk lesehan.