Guguran Lava Tak Pengaruhi Aktivitas Warga Lereng Merapi di Klaten

Sukarelawan memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi di Posko Induk Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Senin (26/11 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
27 November 2018 09:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Warga di kawasan lereng Gunung Merapi wilayah Klaten, Jawa Tengah, melakukan aktivitas normal meski pekan lalu terjadi empat kali guguran lava dri puncak gunung berapi tersebut.

Kondisi itu seperti berlangsung di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten. Balerante merupakan salah satu desa di Klaten terdekat dengan puncak Merapi.

Salah satu warga Balerante, Agus Saryata, menegaskan aktivitas warga tak terpengaruh guguran lava. Warga tetap beraktivitas seperti sehari-hari seperti mencari rumput untuk pakan, berkebun, serta menambang pasir secara manual di Kali Woro.

Agus Saryata yang juga sukarelawan di Posko Induk Balerante itu mengatakan meski beraktivitas normal warga tetap waspada. Ia mencontohkan seperti saat guguran terjadi pekan lalu. Keesokan harinya, warga berdatangan ke Posko Induk Balerante guna menanyakan kondisi Merapi terkini.

“Banyak yang datang ke posko untuk mencari informasi apa yang terjadi di Merapi,” kata Agus saat ditemui solopos.com di Posko Induk Balerante, Senin (26/11/2018).

Agus menjelaskan kesadaran warga terhadap ancaman erupsi berbeda jika dibandingkan saat erupsi Merapi 2010 lalu. Warga relatif mematuhi imbauan BPPTKG sejak status Merapi ditingkatkan dari normal menjadi waspada.

“Peristiwa 2010 itu sudah menjadi pelajaran berharga bagi warga. Upaya mitigasi warga sudah terbentuk. Sebelumnya itu saat status Merapi naik masih ada warga yang melanggar batas aman 3 km dari puncak. Saat ini, sudah sangat jarang ditemui warga yang beraktivitas melanggar batas aman sejak status Merapi ditingkatkan,” ungkapnya.

Soal pemantauan Merapi, Agus menuturkan sejak status Merapi meningkat aktivitas ronda ditingkatkan. Saban malam, warga secara bergantian berkumpul di Posko Induk Balerante.

Pemantauan di posko tersebut dilengkapi kamera CCTV yang mengarah ke puncak Merapi. “Warga sendiri yang membuat jadwal ronda,” urai dia.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Klaten, Dodhy Hermanu, mengatakan soal perkembangan aktivitas Merapi, BPBD Klaten tetap mengacu pada informasi dan rekomendasi yang dikeluarkan BPPTKG. “Sesuai rekomendasi warga diminta tetap tenang dan tidak perlu khawatir meski terjadi guguran lava,” urai dia.

Soal kesiapan jika sewaktu-waktu terjadi erupsi, Dodhy menuturkan seluruh persiapan sudah dilakukan mulai dari proses evakuasi, pemetaan jalur evakuasi, hingga selter pengungsian. Ia menjelaskan ada latihan gabungan terkait kesiapsiagaan terhadap erupsi Merapi dengan melibatkan berbagai unsur yang digelar pada Selasa (27/11/2018) di selter pengungsian Desa Kebondalem Lor, Prambanan.