Ini Cara UT Surakarta Siapkan Lulusan Siap Kerja

Mahasiswa UT Surakarta berfoto bersama Direktur UT Surakarta Yulia Budiwati (berbaju putih) dan dosen pascasarjana UI Agustiawan Budi Prasetya (bnerbaju biru)0 di aula UT Surakarta, Rabu (21/11 - 2018). (Solopos.com/Ginanjar Saputra)
28 November 2018 12:00 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Universitas Terbuka (UT) Surakarta merupakan perguruan tinggi negeri yang diklaim memiliki lulusan yang siap kerja. Bukan tanpa sebab, universitas yang terletak di Jl. Raya Solo-Tawangmangu Km 9,5, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) itu memiliki mahasiswa yang nyaris semuanya sudah bekerja.

Meski nyaris semua mahasiswanya berkuliah sembari bekerja, UT Surakarta tetap serius mempersiapkan lulusan yang siap kerja dengan gelar pendidikan baru yang mereka dapatkan. Salah satunya dengan mengajak mahasiswa yang hendak lulus, khusunya peenerima beasiswa Bidik Misi dan Corporate Social Responsibility (CSR) bank mitra UT Surakarta, mengikuti pelatihan terkait pencarian kerja di aula UT Surakarta, Rabu (21/11/2018).

Direktur UT Surakata, Yulia Budiwati menjelaskan mahasiswa UT Surakarta diberi pelatihan tentang semua hal yang akan dihadapi setelah lulus. "Materinya job seeking, cara melamar kerja, cara menghadapi wawancara, ada yang ingin langsung kerja, ada yang ingin meningkatkan kariernya di tempat kerja, atau ingin melanjutkan ke S-2," ujar Yulia kepada Solopos.com.

Sementara itu, narasumber dalam pelatihan tersebut, Agustian Budi Prasetya, membeberkan dirinya ingin membangun pengetahuan serta keterampilan mahasiswa UT Surakarta yang hendak lulus. "Mengingat mereka sudah banyak pengalaman, perlu dibangun pengetahuan serta keterampilannya untuk menjual diri [ke dunia kerja] sebagaimana orang yang memang mengetahui kekuatannya," ucapnya.

Pria yang juga merupakan dosen pascasarjana Universitas Indonesia (UI) itu juga memberikan pelatihan agar mahasiswa siap terjun ke dunia kerja, di antaranya melatih cara membuat curiculum vitae (cv) dan cara mempresentasikan diri saat interview kerja. "Jadi kita membekali diri mereka memasuki lapangan kerja dengan karier yang lebih maju dari yang sudah mereka capai sekarang," ucapnya.

Agistian menilai mahasiswa UT Surakarta sudah kenyang pengalaman soal dunia kerja. Meski begitu, pelatihan untuk terjun ke dunia kerja yang baru, terlebih jika sudah memiliki gelar pendidikan baru, sangat diperlukan.

"Mengingat ketika dia memasuki lapangan kerja itu akan bertemu dengan ribuan pesaing dan di situ lah saya ingin membekali mereka paling tidak mereka dipanggil. Kalau mereka lulusan UT, sudah berpengalaman kerja, memiliki kepercayaan diri, keterampilan diri, itu sudah 50% modal. Bahwa kemudian dia lolos seleksi, memang itu kompetisi ya, tapi dipanggil [untuk tes atau interview kerja] itu merupakan target yang kita inginkan," paparnya.

Ia menilai mahasiswa UT Surakarta memiliki nilai lebih dibadingkan mahasiswa di perguruan tinggi lainnya. Untuk urusan terjun ke dunia kerja, mahasiswa UT Surakarta hanya perlu dipoles agar bisa mengemas diri.

Menurut Agustian, mahasiswa UT Surakarta harus mampu memaksimalkan pendidikan yang sudah mereka dapatkan untuk terjun ke dunia kerja yang lebih luas. "Percuma jika dia sudah mendapatkan gelar tapi tidak mendapatkan kesempatan promosi yang bagus, itu berarti dia memerlukan teknik-tekni proses rekrutmen di internal atau eksternal," pungkasnya.