Tren Main Game Bareng di Kalangan Anak Bikin Orang Tua Kesal

ilustrasi seorang anak memainkan game bertema kekerasan (dailymail.co.uk)
28 November 2018 08:20 WIB Ayu Prawitasari Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sejumlah orang tua merasa kesal dengan tren permainan game bersama di kalangan anak, salah satunya game Mobile Legend. Permainan itu mengakibatkan anak-anak mengabaikan urusan lain.

Sepulang sekolah, Muh. Reyhan, 13, misalnya, mengaku berkumpul dengan teman-teman lainnya untuk main bareng Mobile Legend di kelas. “Menunggu jemputan, sekalian main bareng teman-teman,” ujarnya kepada reporter Solopos.com, Tamara Geraldine, Senin (26/11/2018).

Reyhan mengaku orang tuanya memberikan ponsel sejak ia masih kecil. “Sudah terbiasa sejak kecil diberi handphone oleh mama,” ujarnya.

Waktu pulang sekolah selalu dinanti Reyhan dan Bima, pelajar yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) Batik Solo untuk main game bareng. Saat Reyhan dijemput ayahnya, wajahnya menunjukkan kekesalan. Saat itu dia kalah sementaranya ayahnya mulai membunyikan klakson mobil.

Ayah Reyhan, Kusnandar Adi, 36, warga Laweyan, mengaku menyesal saat memberi handphone ke anaknya. “Saya pernah mengambil handphone anak, tetapi dia justru marah dan berganti bermain game di komputer,” ujar dia.

Kusnandar sedih menghadapi perilaku anaknya. “Reyhan sering bermain bersama temannya di kompleks perumahan, tetapi sama saja, mereka main bareng Mobile Legend. Padahal sebentar lagi kan mau tes,” ujar dia.

Di lokasi sama terlihat ibu yang sedang menunggu anaknya di luar sekolah. Wanita itu bernama Setyaning, 37, warga Kerten. Setyaning menunggu anaknya yang pulang sekolah. Namun, dia tahu anaknya sedang bermain game di kelas. “Tadi saya telepon, katanya 15 menit lagi karena masih main bareng dengan temannya,” ujar dia.

Setyaning juga mengelami hal yang sama dengan Kusnandar. Anaknya juga susah saat disuruh belajar, apalagi sudah bermain handphone. “Susah sekali dibilangin kalau disuruh belajar. Sering ngamuk kalau game-nya kalah. Padahal sebentar lagi masuk UTS [ujian tengah semester],” ujar dia.

Sementara itu, Bayu Purnomo, 38, orang tua dari Robbert yang merupakan siswa SMP Kanisius 1 Solo memberikan keterangan berbeda. Menurut dia, anaknya sering bermain handphone untuk menunjang materi pelajaran.

"Ngakunya sama saya sedang belajar menggunakan handphone, tetapi terkadang saya melihat dia bukan belajar, malah bermain game," ujar dia.