Musim Penghujan, PT KAI Minta Ini Kepada Masyarakat

Pengendara sepeda motor melewati perlintasan sebidang tidak resmi jalur rel kereta di kawasan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/6 - 2018). (Antara/Yulius Satria Wijaya)
28 November 2018 03:00 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Menghadapi musim penghujan, PT KAI Daop VI Yogyakarta mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung kelancaran operasional Railbus Batara Kresna. Salah satunya tidak pembuangan sampah sembarangan yang dapat mengganggu jalur kereta api. 

Manajer Humas PT KAI Daop VI, Eko Budiyanto, mengatakan di sepanjang jalur Batara Kresna ada lokasi rawan banjir, tepatnya di perbatasan Sukoharjo dan Wonogiri. Hal itu disebabkan tersumbatnya drainase di sekitar rel oleh sampah. 

"Kemarin sempat ada banjir. Nah karena ini sudah masuk musim penghujan, kami mengimbau masyarakat turut memperhatikan kebersihan, tidak membuang jerami atau sampah yang bisa menyumbat drainase di sekitar rel. Hal itu bisa mengakibatkan debit air meningkat dan mengganggu jalannya kereta api," kata dia kepada Solopos.com, Senin (26/11/2018). 

Selain itu, PT KAI juga telah menyiapkan petugas penjaga yang akan ditempatkan di beberapa lokasi rawan sepanjang jalur Batara Kresna. Tugas mereka salah satunya memantau debit air di sepanjang jalur agar ketika ada persoalan bisa segera ditangani. 

Eko juga mengimbau masyarakat berhati-hati saat melintas di persimpangan sebidang. Kondisi rel licin saat terkena air hujan. Jangan sampai saat pengguna kendaraan terpeleset saat melintas di rel. 

"Misalnya di Solo [Jl. Slamet Riyadi] ada rel menikung di tengah jalan. Diharapkan masyarakat berhati-hati saat melewati lokasi tersebut, terlebih saat musim penghujan," kata dia. 

Tidak lupa dia juga meminta masyarakat memperhatikan jalur kereta api saat memarkir kendaraan. "Beberapa kali kereta terhambat kendaraan yang diparkir sembarangan. Ada beberapa lokasi yang masih terdapat kejadian itu, seperti di Solo, Sukoharjo maupun Wonogiri," kata dia.