Jembatan Kendal Sragen Patah Diterjang Air Bercampur Sampah

Jembatan Kendal di Dukuh Kendal, Desa Bandung, Ngrampal, Sragen, patah lantaran fondasi di sisi selatan jembatan ambrol, Rabu (28/11 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
28 November 2018 17:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Jembatan sepanjang 15 meter dan lebar 1,5 meter yang dibangun secara swadaya oleh warga di Dukuh Kendal RT 017/RW 008, Desa Bandung, Kecamatan Ngrampal, Sragen, patah diterjang arus Kali Kendal yang deras disertai tumpukan sampah, Rabu (28/11/2018) dini hari.

Jembatan itu merupakan penghubung dua dukuh, yakni Dukuh Kendal Kidul yang masuk Kelurahan Nglorok, Sragen Kota, dan Dukuh Kendal Desa Bandung, Ngrampal.

Tokoh masyarakat setempat, Sudarto, 61, yang tinggal di dekat jembatan itu mengungkapkan peristiwa jembatan swadaya itu putus pada pukul 02.00 WIB. Dia mengungkapkan pada pukul 01.00 WIB, arus sungai sangat deras dan sampah dari atas praktis menumpuk di bawah jembatan.

Dia menyampaikan beberapa warga sempat berupaya untuk mengurangi beban kaki jembatan dengan mengangkat batang pohon trembesi ke bahu jalan.

“Namun masih ada batang pohon randu yang cukup besar dan menghantam fondasi jembatan sisi selatan. Sampah berupa tumpukan ranting pohon menyatu dan menumpuk di kaki jembatan. Lama kelamaan fondasi jembatan sisi selatan tak mampu menahan beban sampah yang terus terdorong arus air. Fondasi pun akhirnya ambrol dan mengakibatkan jembatan patah,” ujar Sudarto saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Rabu pagi.

Sudarto mengungkapkan fondasi jembatan di sisi utara kalau tidak ditalut memanjang mungkin juga ikut ambrol juga. Dia prihatin dengan perilaku masyarakat di daerah hulu yang tidak peduli lingkungan.

Dia menyayangkan banyak warga yang membuang sampah di sungai dan ketika terjadi bencana kemudian geger sendiri. “Ketika orang membuang sampah di sungai itu sebenarnya merugikan orang lain. Ketika sungai dicemari sampah, ikan di pun makan sampah. Ketika ikan dimakan manusia maka sama halnya manusia makan sampah pula,” katanya.

Kali Kendal masih satu aliran dengan Sungai Maron yang sempat dipenuhi sampah di wilayah Dukuh Maron. Sampah-sampah itu pun akhirnya bisa diangkat dengan mendatangkan alat berat backhoe milik PT Waskita Karya.

Sejumlah warga di wilayah Kendal Kidul kini harus memutar jalan jika hendak ke Sragen atau menuju Kendal Bandung setelah jembatan itu patah. “Tadi Pak Bayan dan Pak RT survei juga. Kami berharap kalau dibangun kembali supaya diperlebar jembatannya sehingga bisa untuk akses kendaraan roda empat,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, langsung memerintahkan Tim Reaksi Cepat BPBD untuk melihat kondisi jembatan. Sugeng pun meminta petugas BPBD untuk segera membersihkan sampah yang menumpuk di jembatan itu agar saat hujan deras mengguyur bisa mengurangi risiko jembatan hanyut.

“Ya, pagi ini pula petugas langsung ke lokasi untuk mengondisikan sampah di jembatan,” tuturnya.