Lewat Jalur Terlarang, Truk Tronton Terguling di Jalan Pungkruk-Gabugan Sragen

Truk tronton bersumbu tiga terguling di Jalan Pungkruk-Gabugan, Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen, Rabu (28/11 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
28 November 2018 18:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Truk tronton berpelat nomor K 1764 GK bermuatan baja ringan untuk pembatas tol terguling di Jalan Pungkruk-Gabugan, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Rabu (28/11/2018) dini hari.

Truk bersumbu tiga tersebut terguling setelah bersimpangan dengan truk tronton dari arah berlawanan di jalan kelas III pada pukul 02.00 WIB. Truk bersumbu tiga dengan 10 ban itu mestinya dilarang melintas di jalan kelas III dan hanya boleh diizinkan melintas di jalan kelas I.

Namun truk tronton yang dikemudikan Ahya, 29, warga Kudus, itu nekat melintas di jalan kelas III dari Semarang melewati jalur alternatif Sumberlawang-Gabugan dan Gabugan-Pungkruk. Ahya bermaksud membawa baja ringan itu ke Nganjuk, Jawa Timur.

Dia mengemudikan truk dari arah Gabugan ke Pungkruk. Sesampainya di lokasi kejadian, Ahya bersimpangan dengan truk lain dari arah berlawanan. Karena jalannya terlalu ke kiri, akhirnya ban truk keluar dari badan jalan dan akhirnya terguling di areal persawahan.

“Kejadiannya pukul 02.00 WIB. Saya berpapasan dengan truk dari arah timur. Karena jalan sempit, akhirnya truk terguling ke kiri. Saya baru kali pertama lewat jalur ini,” katanya singkat ditanya Solopos.com di lokasi kejadian, Rabu siang.

Truk yang terguling itu mengenai jaringan kabel milik PT Telkom. Seorang petugas PT Telkom Sragen, Galih, berada di lokasi kejadian untuk memantau kondisi jaringan kabel. Dia mengatakan tidak ada jaringan kabel yang putus.

“Di daerah ini memang orang bilang daerah angker. Banyak terjadi truk terguling di jalur ini, khususnya di wilayah Taraman,” katanya.

Kasi Teknologi Sarana dan Prasarana Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen Pursis Yuliono sudah memasang rambu status jalan kelas III di jalur masuk ke jalan itu, yakni di wilayah Sumberlawang, Gemolong, Gabugan, dan Pungkruk.

Kendati rambu-rambu kelas jalan dipasang, para sopir truk tronton tetap melintas di jalan tersebut. Selama berada di lokasi kejadian, Solopos.com mendapati ada dua truk tronton yang melintas di jalur tersebut.

KBO Lantas Satlantas Polres Sragen, Iptu Sunarjono, bersama seorang anggota Satlantas sempat mengawasi pembangunan pos Satlantas di depan pintu tol Pungkruk. Mereka berjaga di lokasi itu sekaligus untuk patroli pengamanan kunjungan Presiden Joko Widodo saat peresmian tol Sragen-Ngawi.

Saat itu, Sunarjono melihat langsung ada truk tronton melintas di jalan Pungkruk-Gabugan tetapi dibiarkan begitu saja tanpa upaya memberi surat tilang.

“Kami sedang pengamanan Presiden jadi tidak memungkinkan menilang [memberi surat tilang]. Kami sering kali menilang truk tronton yang melanggar kelas jalan di jalur Pungkruk-Gabugan tetapi mereka tetap nekat. Jalur ini merupakan jalur terdekat dari Semarang ke Jawa Timur jadi banyak sopir truk tronton yang nekat melintas,” ujarnya mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu siang.

Sunarjono juga mengetahui truk tronton yang terguling di Taraman. Saat ditanya soal kecelakaan itu, ia mengatakan supaya peristiwa itu menjadi pelajaran bagi para sopir truk-truk lainnya agar tidak melanggar kelas jalan. “Biar dirasakan terguling,” katanya.