Sebagian Honorer K2 Batal Dapat Insentif, Ini Penjelasan Disdik Klaten

ilustrasi guru mengajar. (Solopos/Dok)
28 November 2018 15:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Klaten, Sri Nugroho, memberikan penjelasan terkait sebagian tenaga honorer kategori II (K2) yang batal mendapatkan insentif dari APBD 2018 senilai Rp3,6 juta per orang.

Sri Nugroho mengungkapkan sebelum diusulkan ada pendataan tenaga honorer K2 pada April 2018. Pendataan dikoordinasikan melalui pengurus atau koordinator tenaga honorer K2 lantaran data di Disdik merupakan data lama dan dimungkinkan sudah berubah.

“Awalnya kami kira hanya ada satu pengurus, ternyata ada dua pengurus tenaga honorer K2 terdiri dari yang lulus tes CPNS dan tidak lulus tes CPNS. Kemudian kami sudah berupaya meminta informasi ke kedua pengurus sebelum anggaran digedok. Masing-masing pengurus menyatakan data 1.190 orang yang diusulkan menerima itu sudah termasuk honorer yang lulus dan tidak lulus,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (27/11/2018).

Setelah diusulkan dan masuk dalam APBD Perubahan 2018, Disdik kembali meminta klarifikasi kepada dua pengurus honorer K2. Dari hasil klarifikasi tersebut, jumlah yang diusulkan belum mengaver seluruh tenaga honorer K2.

Pemkab memutuskan penerima insentif melalui APBD Perubahan 2018 merupakan tenaga honorer K2 tak lulus tes CPNS sebanyak 1.190 orang.

Disdik mengecek kembali data calon penerima insentif. Dari data yang diusulkan, ada sekitar 30 calon penerima yang mengundurkan diri dari honorer K2, meninggal dunia, serta lulus tes CPNS namun tak lapor ke Disdik.

“Sesuai petunjuk, kuota yang tersisa 30 itu diberikan ke honorer K2 yang lulus tes. Kemudian kami sampaikan ke koordinator K2 lulus tes dan memutuskan kuota itu diprioritaskan untuk honorer K2 lulus tes pada posisi penjaga sekolah atau yang memiliki masa kerja lama,” ungkapnya.

Terkait insentif yang belum mengaver seluruh honorer K2, Nugroho menjelaskan pada APBD 2019 Disdik kembali mengusulkan insentif bagi honorer K2 senilai Rp3,6 juta/orang. Kuota yang diusulkan menerima insentif sebanyak 1.486 orang sesuai jumlah honorer K2 lulus tes dan tidak lulus tes.

“Untuk data honorer K2, ke depan setiap triwulan harus ada laporan ke Disdik. Data itu menjadi penting jika sewaktu-waktu ada perubahan aturan,” urai dia.

Koordinator honorer K2 lulus tes CPNS 2013-2014, Bayu Nurcahyanto, berharap pemberian insentif selanjutnya Disdik mengedepankan komunikasi dan transparansi. Selain itu, data penerima insentif diverifikasi kembali melalui Disdik untuk memastikan tak ada honorer K2 yang tak masuk dalam pendataan.