KPU Wonogiri Berharap Lelang Kotak Suara Hasilkan Minimal Rp1 Miliar

Petugas KPU Wonogiri, Hernawan, mengecek kotak suara lama di kantor KPU Wonogiri, Selasa (27/11 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
28 November 2018 17:05 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri mengusulkan ke KPU pusat ihwal peghapusan lebih dari 14.000 unit kotak suara melalui mekanisme lelang. Langkah itu menyusul kotak suara berbahan seng tersebut tak lagi digunakan pada agenda pemilihan umum.

Ketua KPU Wonogiri, Toto Sih Setyo Adi, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (27/11/2018), mengatakan surat usulan penghapusan aset dilayangkan pekan lalu. Saat ini pihaknya masih menunggu jawaban KPU pusat.

Jika disetujui pihaknya segera menyerahkan belasan ribu kotak suara untuk dilelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Solo. Dia berharap jawaban dari KPU pusat segera diterima agar pihaknya bisa segera mengeluarkan kotak suara.

“Ini sudah sangat mendesak, kotak suara harus segera dikeluarkan dari gudang. Soalnya gudang mau buat menyimpan kotak suara yang baru,” kata Toto.

Sementara itu, Kasubag Keuangan Umum dan Logistik KPU Wonogiri, Tantowi Nurdin, menyampaikan kotak suara lama akan diganti kotak suara baru yang transparan. Kebutuhan kotak suara untuk pelaksanaan Pemilu 2019 di Wonogiri tercatat 19.840 unit.

Penyaluran kotak suara dari KPU pusat diterima mulai Senin (26/11/2018). Hingga Selasa sore KPU Wonogiri telah menerima 10.995 unit kotak suara yang diangkut dengan empat kontainer.

Kotak suara disimpan di gudang Kantor KPU lama di Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri. “Pengiriman ke Wonogiri hingga beberapa hari ke depan,” ulas lelaki yang akrab disapa Nurdin itu.

Disinggung mengenai nilai seluruh kotak suara lama, dia mengatakan tergantung hasil lelang. Dia berharap nilainya bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Menurut Nurdin hal itu memungkinkan karena hasil lelang kotak suara dari KPU daerah lain bisa mencapai Rp28.000/kg. Sementara, berat seluruh kotak suara dari KPU Wonogiri diperkirakan mencapai lebih kurang 49 ton.

Perkiraan bobot itu diperoleh dengan acuan berat 1 unit kotak suara 3,5 kg dan jumlah kotak suara 14.000 unit. Mengacu pada perhitungan tersebut nilai kotak suara dari KPU Wonogiri bisa mencapai Rp1,3 miliar.

“Kami akan mengusulkan limit harga Rp15.000/kg. Semoga saja nanti saat lelang bisa sama atau lebih dari Rp28.000,” ucap Nurdin.

Dia menginformasikan kebutuhan logistik untuk pelaksanaan Pemilu 2019, meliputi 15.652 unit bilik suara untuk 3.913 tempat pemungutan suara atau TPS (masing-masing TPS empat unit bilik suara). Jumlah tersebut sama dengan kebutuhan paku untuk mencoblos dan bantalan/alas coblos.

Selain itu tali pengikat pemberi tanda pilihan 3.913 rol (tiap TPS satu rol), tanpa pengenal 144.781 buah untuk Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS), petugas keamanan, dan saksi. Kebutuhan lainnya karet pengikat 1.565.200 buah, lem 4.233 botol, dan sebagainya.