Lanjutkan Pembangunan Masjid Sriwedari, Pemkot Solo Terancam Pidana

Taman Sriwedari Solo. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
29 November 2018 15:15 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ahli waris Raden Mas Tumenggung (R.M.T) Wirdjodiningrat mengancam memidanakan Pemkot Solo jika tetap melanjutkan rencana pembangunan masjid di Taman Sriwedari.

Koordinator ahli waris R.M.T. Wirdjodiningrat, Gunadi, menjelaskan pembangunan masjid yang masih berjalan itu bukan lagi masuk ranah perdata. Itu masuk ranah pidana atau melanggar hukum.

“Karena sejak ditetapkan sita eksekusi, praktis itu semua sudah tidak bisa apa-apa atau status quo. Kalau Pemkot melanggar seperti menjual, menghibahkan, menyewakan, mengubah bentuk, menukar, menggadaikan, membangun, atau membongkar bangunan di atas tanah, itu ranah pidana. Kami tinggal melaporkan tindak pidana lalu minta garis polisi,” kata Gunadi saat diwawancarai wartawan di rumahnya, Rabu (28/11/2018).

Ia menilai argumen yang disampaikan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo adalah dalil yang telat. Semuanya sudah dibuktikan di fakta persidangan. Argumen-argumen itu adalah langkah mundur karena Wali Kota sudah tidak bisa ngomong yang lainnya.

“Putusan MA yang sudah berkekuatan hukum tetap kok masih dibahas lagi, dikritik lagi dengan eksaminasi? Ini apa-apaan? Berani enggak menunjukkan 'ini sertifikatku'? Mereka cuma punya SHP 11 dan 15, sementara keduanya sudah dibatalkan BPN,” tutupnya.

Sebelumnya, Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan pembangunan Masjid Taman Sriwedari berikut penataan kawasan di sana jalan terus dan tidak bermasalah. Hal itu dikatakan Rudy, sapaan akrabnya, meski Pengadilan Negeri (PN) Solo telah mengeluarkan surat perintah sita lahan Sriwedari menyusul putusan pengadilan yang memenangkan ahli waris.

Rudy mengatakan dalam hal itu Pemkot berpegang pada sertifikat tanah Hak Pakai (HP) Nomor 40 dan HP 41. “Pembangunan masjid tidak masalah. Pemkot punya HP 40 dan HP 41. Lahan yang semula disengketakan dan kini sudah di tangan Pemkot sah secara hukum,” katanya kepada wartawan di jumpai di ruang kerjanya, Senin (26/11/2018).