2019, Parkir Elektronik Diterapkan di Tiga Pasar di Solo

Juru parkir memberikan aba-aba kepada pengendara roda empat saat akan parkir di kawasan Pasar Gede, Solo, Kamis (29/11/2018). Pemkot Solo berencana memperluas penerapan parkir elektronik di tiga pasar tradisional yakni Pasar Gede, Pasar Klewer, dan Pasar Jebres agar mengurangi kemacetan lalu lintas di ketiga pasar tersebut. - Nicolous Irawan
29 November 2018 21:35 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Dalam merealisasikan ini, Pemkot akan menggandeng PT Reska Multi Usaha yang merupakan anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kepala Bidang (Kabid) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Solo M. Usman menyebut tiga pasar itu Pasar Klewer, Pasar Gede, dan Pasar Jebres. Penerapan parkir elektronik ditargetkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas di ketiga pasar tersebut.

“Ketiga pasar ini merupakan spot kemacetan yang kerap terjadi akibat kepadatan parkir kendaraan. Ketiga pasar ini berada di kawasan CBD,” kata Usman ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Kamis (29/11/2018).

Konsep parkir elektronik disiapkan berupa sentralisasi zona parkir. Mekanismenya sama seperti dengan parkir di stasiun maupun pusat perbelanjaan, yakni terdapat pintu masuk dan pintu keluar. PT Reska Multi Usaha dinilai memiliki pengalaman dalam pengelolaan parkir tersebut. “Mereka [PT Reska Multi Usaha] akan membuat sentralisasi zona parkir, jadi ada gate in dan gate out," kata Usman.

Kelebihan lain, kata dia, perusahaan itu memiliki sistem integrasi dengan lima bank. Hal itu menjamin transparansi keuangan. Dengan demikian, laporan hasil pendapatan parkir terpantau. Usman memprediksikan pendapatan asli daerah (PAD) dari perparkiran akan meningkat sekitar 30 persen jika parkir elektronik di pasar tradisional diterapkan. Saat ini pendapatan parkir mencapai Rp3 miliar per tahun.

“PT Reska menawarkan pembagian 70:30, 70 persen untuk Pemkot, dan 30 untuk mereka. Padahal skema yang biasanya 60:40," kata Usman.

Usman mengatakan parkir elektronik diharapkan mampu mengoptimalisasikan pengelolaan. Selama ini parkir elektronik belum dapat berjalan maksimal. Yang jelas, penerapan parkir elektronik ini dapat meningkatkan estetika kota namun tidak mengurangi PAD.

“Jika lahan parkir ditata untuk memenuhi estetika, otomatis hanya beberapa lokasi yang digunakan. Sebaliknya, jika hanya mengejar PAD, kondisi jalan akan semrawut,” kata Usman.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo meminta Dishub mematangkan teknologi parkir elektronik yang akan diterapkan. Dia menilai teknologi itu cukup canggih. Menurutnya, penerapan parkir elektronik selain sebagai upaya efisiensi anggaran, juga untuk meningkatkan pendapatan. “Dengan parkir elektronik akan lebih transparan dan yang masuk ke pendapatan daerah jelas. Tidak ada lagi kebocoran,” kata Rudy.