Rumpun Bambu Tumbang Timpa 3 Rumah di Tipes Solo

Petugas mengevakuasi rumpun pohon bambu yang tumbang menimpa tiga rumah di Tipes, Solo, Jumat (30/11 - 2018). (Solopos/Ratih Kartika)
30 November 2018 10:05 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Rumpun pohon bambu tumbang menimpa tiga rumah di Kampung Dipotrunan RT 003/RW 012, Kelurahan Tipes, Serengan, Solo, Kamis (29/11/2018) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Pantauan Solopos.com, Jumat (30/11/2018) pagi, warga Dipotrunan dibantu warga RT 001/RW 017, Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, serta petugas Badan Penanggupangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kelurahan Tipes bersama-sama mengangkut dan memotong pohon tumbang itu.

Pohon tumbang menimpa rumah Indra Permana, Sholihin, dan Sarasto. Ketiganya berada di wilayah Dipotrunan. Sedangkan rumpun bambu itu berada di pinggir Kali Jenes yang berbatasan dengan wilayah Ngruki.

Warga RT 003/RW 012 Kampung Dipotrunan, Musino, mengatakan mendengar suara gemuruh saat rumpun bambu itu tumbang menimpa rumah adiknya, Sholihin, dan dua tetangganya, Indra Permana dan Sarasto. Rumpun bambu tersebut tumbang setelah terjadi longsor tanpa ada hujan ataupun kejadian alam lainnya. Peristiwa itu terjadi pukul 20.45 WIB.

"Adik saya kaget saat kejadian. Awalnya adik saya mendengar suara gemuruh seperti pohon yang akan tumbang. Untungnya adik saya enggak apa-apa saat kejadian, kalau sampai terkena pohon itu kan bisa repot," jelas Musino, Jumat.

Ketua RT 003/RW 012 Kampung Dipotrunan, Tipes, Solo, Dasman Niyanto, menjelaskan sesuai kejadian pada Kamis malam langsung melapor ke BPBD Sukoharjo dan BPBD Solo terkait kerja bakti mengangkut pohon bambu tumbang yang menimpa tiga rumah warga itu.

Warga membawa gergaji tradisional, arit, dan bendo dari rumah masing-masing untuk kerja bakti itu. Menurut Dasman, tempat terdampak pohon bambu tumbang itu sulit diakses karena berada di pinggir sungai.

Kondisi pohon bambu juga sudah tergerus di bagian akarnya yang mengakibatkan pohon tersebut tumbang. Dasman menjelaskan lokasi terdampak hanya bisa diakses dari Ngruki karena dari Kelurahan Tipes lokasinya terhalang rumah warga di pinggir kali.

"Harapan kami bambu-bambu yang masih tertanam dan tidak ikut ambruk bisa dikurangi. Bambu-bambu yang tertanam itu sudah melebihi kapasitas. Karena kalau kerja bakti enggak sekalian merepotkan juga. Paling tidak bisa dua atau tiga hari bisa selesai kerja bakti," jelas Dasman.

Dasman mengatakan tanah di pinggir sungai sudah menggantung atau hampir longsor karena erosi. Menurut Dasman, hal tersebut dikarenakan terlalu banyak beban dari pohon bambu yang subur. Dasman juga menampik saat sampah-sampah yang ikut ambrol bersama pohon karena ulah warga di tempatnya.

Dia mengklaim warga di RT-nya sudah dibuatkan gerobak pengangkut sampah sendiri agar tidak membuang di sungai. "Kalau sampah tempatnya saya buatkan gerobak mandiri. Sampah juga berasal dari luar Kampung Dipotrunan," jelas Dasman.