11 Ibu Hamil di Solo Positif HIV/AIDS

Ilustrasi kanker (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
30 November 2018 18:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solo mencatat jumlah pengidap HIV/AIDS yang terdeteksi di Kota Bengawan dan sekitarnya terus bertambah.

Medio Januari-September 2018, ditemukan 77 orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Sebelas di antaranya merupakan ibu hamil, sedangkan sisanya terdeteksi dari pasien tuberculosis (TBC) dan infeksi menular seksual (IMS).

Pengelola Program dan Monev KPA Solo, Tommy Prawoto, mengatakan dari data itu secara kumulatif jumlah pengidap HIV/AIDS di Solo mencapai 672 orang (2005-September 2018).

“Jika ditambah data warga Soloraya yang memeriksakan diri di Solo, jumlahnya mencapai 2.790 orang,” ucap Tommy ditemui Solopos.com di ruangannya, Rabu (28/11/2019).

Tommy mengatakan mayoritas pengidap HIV/AIDS tersebut adalah warga usia produktif mulai 25 tahun hingga 49 tahun. Faktor penyebab yang mendominasi adalah hubungan seks berisiko, disusul penularan melalui jarum suntik.

Tingginya temuan ibu hamil didasari pada program yang menyasar ibu rumah tangga, yang beberapa tahun terakhir menjadi kelompok risiko tinggi. Sepanjang tahun, puskesmas menawarkan voluntary counseling and test (VCT).

“Apabila ibu hamil tersebut memiliki riwayat pasangannya merantau dengan frekuensi kepulangan tidak menentu, mereka langsung ditawari tes. Target 2018 memeriksa 10.914 ibu dan baru terlaksana 8.510 dan 11 di antaranya positif HIV,” ucapnya.

Tommy mengatakan pemeriksaan pada ibu hamil bertujuan mencegah penularan kepada bayi baru lahir. Program yang dinamakan Preventing Mother to Child Transmission (PMTCT) itu membutuhkan pendampingan lantaran sang ibu wajib mengonsumsi obat anti retroviral virus (ARV).

“Persalinannya menggunakan peralatan sendiri dan disarankan caesar. Saat bayi lahir, juga enggak boleh disusui ibu yang positif HIV,” kata dia.

Tommy meminta warga yang termasuk risiko tinggi agar tidak malu melakukan VCT agar mendapat penanganan lebih cepat. Sementara salah seorang ibu rumah tangga (IRT) positif asal Soloraya, Kt, mengaku baru menyadari dirinya positif HIV setelah sang suami sudah terdeteksi AIDS.

Sang suami yang bekerja di luar kota itu akhirnya tutup usia dua bulan setelah memeriksakan diri. “Ketahuan sudah AIDS karena Cluster Differentiation 4 [CD4] tinggal 15. Sebelum dia meninggal, saya secara sadar periksa dan dinyatakan positif. Saya masih kategori HIV dan harus konsumsi ARV rutin. Kali pertama periksa CD4 saya 220 dan pada Agustus 2018 menjadi 460. ODHA dinyatakan sehat apabila memiliki CD4 lebih dari 350,” tuturnya, Rabu.