Pedagang Pasar Legi Solo Belum Tempati Kios Darurat di Jl. Sabang, Ini Sebabnya

Pengendara lewat di Jl. Sabang Solo yang digunakan sebagai pasar darurat Pasar Legi, Jumat (30/11 - 2018) siang. Kios darurat belum dipakai pedagang. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
30 November 2018 21:05 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Para pedagang Pasar Legi Solo yang menjadi korban kebakaran pasar induk tersebut memilih untuk tidak langsung menempati kios darurat di Jl. Sabang, Kelurahan Setabelan, Banjarsari, yang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Berdasarkan pantauan solopos.com, Jumat (30/11/2018) pagi, hampir semua kios darurat di Jl. Sabang dalam kondisi tertutup. Sedikitnya hanya ada tiga kios darurat yang terbuka.

Pengurus Ikatan Kekeluargaan Pedagang Pasar Legi (Ikappagi) Solo, Nono, mengatakan para pedagang Pasar Legi belum memanfaatkan kios darurat karena beberapa hal. Salah satunya, yakni kondisi kios darurat yang dirasa belum aman. 

“Pedagang sebenarnya sudah boleh masuk. Tapi kan mereka mempertimbangkan faktor keamanannya seperti apa? Kalau kios darurat tidak dijaga, para pedagang otomatis takut akan kehilangan barang dagangan,” kata Nono saat diwawancarai solopos.com, Jumat.

Selain faktor keamanan, Nono menyebut para pedagang belum mulai menempati kios darurat hingga sekarang dikarenakan masih mempersiapkan berbagai keperluan tambahan.

Para pedagang diyakini masih menyiapkan berbagai kebutuhan yang bisa membikin kiosnya makin nyaman dipakai untuk berjualan, seperti meja kursi dan instalasi pengaman yang disesuaikan dengan ukuran kios darurat.

Nono mengatakan para pedagang diharapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bisa menempati kios darurat maupun los darurat sebelum dilaksanakan prosesi penyerahan pasar darurat oleh Wali Kota Solo pada 7 Desember 2018.

“Kios darurat itu kan baru proses penyerahan. Saya yakin para pedagang masih mempersiapkan berbagai keperluan atau melakukan pembenahan ulang di sana-sini agar kios darurat bisa lebih nyaman dipakai,” jelas Nono.

Ketua Ikappagi Solo, Tugiman, menyebut para pedagang yang sebelumnya berjualan di kios Pasar Legi sudah diberikan kunci gembok kios darurat pada Senin (27/11) sore. Setelah mendapatkan kunci tersebut, para pedagang diperbolehkan untuk langsung memasuki atau memanfaatkan kios darurat masing-masing.

Dia menduga para pedagang hingga Jumat pagi belum mulai berjualan di kios darurat karena masih mempersiapkan banyak hal. Saat disinggung soal kondisi kios darurat yang dibikin hanya berukuran sekitar 2 m x 4 m, Tugiman yakin para pedagang menerimanya. 

“Saya rasa para pedagang belum berjualan di kios darurat hingga sekarang [Jumat] karena masih melakukan perbaikan kios masing-masing. Tujuannya tentu agar kios darurat biar semakin nyaman atau pas dipakai untuk berjualan,” kata Tugiman.