2 Dapur Rumah di Giriyoso Wonogiri Runtuh Hampir Bersamaan

Kondisi dapur rumah Anisa Daryani, 48, warga Pati RT 002/RW 003, Giriyoso, Jatipurno, Wonogiri, runtuh, Jumat (30 - 11) pukul 13.00 WIB. (Istimewa/BPBD Wonogiri)
30 November 2018 18:35 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Dua dapur rumah warga Giriyoso, Jatipurno, Wonogiri, runtuh hampir bersamaan, Jumat (30/11/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Kedua dapur itu runtuh diduga akibat bangunan dapur yang berstruktur bambu dan anyaman bambu sudah lapuk.

Hujan deras selama beberapa jam yang disertai angin kencang, pada Kamis (29/11/2018) sore hingga malam turut memicu runtuhnya bangunan. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat, dapur rumah tersebut milik Anisa Daryani, 48, warga Pati RT 002/RW 003 dan Tarno, 50, warga Giriyoso RT 001/005.

Anggota keluarga Anisa lima orang, sedangkan anggota keluarga Tarno dua orang. Camat Jatipurno, Suradi, saat dihubungi Solopos.com, Jumat, mengatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam dua peristiwa itu.

Saat peristiwa terjadi penghuni rumah berada di rumah induk masing-masing. Dia bersyukur saat itu penghuni rumah tidak ada yang memasak atau beraktivitas lainnya di dapur.

Dampak yang timbul hanya kerugian material yang ditaksir mencapai Rp40 juta. “Kejadiannya hampir bersamaan. Peristiwa hari ini bencana pertama yang terjadi pada penghujan kali ini. Semoga tidak ada bencana lagi,” ucap Suradi.

Menurut dia, dapur rumah Anisa dan Tarno runtuh karena struktur bangunan sudah lapuk. Kekuatan bambu penopang semakin berkurang setelah diterpa hujan yang disertai angin, Kamis. Puncaknya, saat kayu penopang tak kuat lagi dapur rumah mereka runtuh pada Jumat siang.

“Rumah induk struktur bangunannya permanen, sedangkan dapurnya berstruktur kayu. Kebetulan usia bangunan dapur sudah tua, jadi kayu penopangnya kemungkinan besar lapuk. Maklum saja, keluarga Pak Tarno dan Bu Anisa ini tergolong kurang mampu sehingga mereka belum mampu membangun dapur secara permanen,” imbuh Suradi.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengimbau warga lebih waspada saat penghujan. Dia meminta warga mengantisipasi kemungkinan terburuk, seperti bencana tanah longsor, banjir, pohon tumbang, rumah roboh, dan lainnya.

Langkah yang bisa dilakukan, yakni dengan memapras ranting/dahan pohon yang tumbuh di dekat hunian atau di tepi jalan untuk mengantisipasi pohon tumbang. Selain itu memperkuat atau mengganti struktur abangunan rumah yang dinilai sudah lapuk.