Kabar Duka, CEO Batik Keris Meninggal Dunia Karena Sakit

CEO PT Batik Keris, Handianto Tjokrosaputro. Foto diambil 2013 lalu. (Solopos/Dok)
02 Desember 2018 13:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Owner dan CEO Batik Keris Solo, Handianto Tjokrosaputro, tutup usia pada Minggu (2/12/2018) pagi. Handianto meninggal dunia di usia 57 tahun saat menjalani perawatan di Farrer Park Hospital, Singapura.

Kabar meninggalnya pemilik perusahan batik ternama di Kota Solo itu dibenarkan tokoh masyarakat Tionghoa Solo, Sumartono Hadinoto, saat dihubungi Solopos.com, Minggu pukul 10.30 WIB. Sumartono merupakan adik ipar Ny. Handianto Tjokrosaputro.

Dia bercerita Handianto selama setahun terakhir mengidap penyakit yang tidak bisa dia sebutkan. Sumartono hanya bisa mengatakan Handianto mengalami sakit yang sulit disembuhkan.

Setelah menjalani terapi pengobatan, Sumartono mengatakan kondisi Handianto sempat membaik. Bahkan Handianto sempat mengadakan acara ucap syukur dengan keluarga dan kolega di Diamond Solo setelah merasa lebih sehat.

Namun tidak disangka penyakitnya ternyata kambuh lagi. Handianto akhirnya dibawa lagi ke Singapura. Sumartono menyebut sebelum meninggal Handianto dirawat di Singapura selama dua bulan tiga pekan.

"Sepekan yang lalu beliau harus masuk ke ICU karena kondisinya agak menurun dan tadi pagi dipanggil Tuhan pukul 06.10 waktu setempat," kata Sumartono saat diwawancara Solopos.com, Minggu.

Sumartono mengaku kerap menjenguk Handianto yang tengah dirawat di rumah sakit. Dia pergi ke Singapura bersama istrinya, Ny. Sumartono, yang ingin menemani Ny. Handianto. Sumartono mengenal Handianto sebagai orang yang baik, punya jiwa sosial tinggi, dan pekerja keras.

Dia mengaku pada Minggu pagi menerima cukup banyak telepon maupun pesan dari kolega almarhum Handianto yang menyampaikan pendapat Handianto merupakan sosok orang baik.

"Setelah beliau mendapatkan kepercayaan meneruskan Batik Keris, saya melihat perkembangan Batik Keris luar biasa. Kelihatan outlet Batik Keris sekarang bisa dilihat di banyak bandara juga. Jadi beliau itu tipe pekerja keras atau gigih. Saya ini tadi dihubungi beberapa orang. Mereka bilang, 'sudahlah orang baik pasti dapat tempat terbaik," ujar Sumartono.

Sumartono mengatakan jenazah Handianto kemungkinan baru dibawa ke Solo pada Senin (3/12/2018) atau Selasa (4/12/2018). Yang jelas, keluarga tengah mengupayakan bisa secepatnya membawa jenazah Handianto ke Solo.

Sumartono mengatakan sesampainya di Solo, jenazah Handianto bakal langsung diantar ke Rumah Duka Tiong Ting, Jebres. Proses kremasi akan dilakukan pada Rabu (5/12/2018) karena menunggu anak-anak Handianto tiba di Solo.

"Putranya sore ini kabarnya bisa sampai Singapura dari Hongkong. Sedangkan putrinya masih di Jerman. Sebenarnya dia sedang cari dokter. Tadi pagi dia kontak saya, Selasa sore atau Rabu pagi kemungkinan baru bisa sampai Solo. Jadi mungkin kremasinya pada Rabu atau setelah Rabu," jelas Sumartono.