Ditemukan Membusuk Di Rumah, Inikah Penyebab Meninggalnya Warga Baluwarti Solo?

Proses evakuasi jenazah warga Baluwarti, Solo, yang meninggal sejak dua pekan lalu di rumahnya, Minggu (2/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
02 Desember 2018 14:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Aparat kepolisian tidak menemukan tanda-tanda tidak wajar atas kematian warga Gondorasan RT 001/RW 007 Baluwarti, Solo, R.M. Joko Saryanto, 72. Joko ditemukan meninggal dunia dengan kondisi sudah membusuk dan menjadi tengkorak di rumahnya, Minggu (2/12/2018).

Kapolsek Pasar Kliwon AKP Ariakta Gagah Nugraha menduga Joko meninggal dunia karena sakit. Dugaan tersebut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan jajaran Polsek Pasar Kliwon bersama tim Inafis Satreskrim Polresta Surakarta.

"Begitu menerima laporan dari warga, kami langsung ke TKP. Lalu koordinasi dengan Inafis atas pengetahuan RT setempat melakukan olah TKP. Indikasinya meninggal dunia karena sakit karena sudah berumur 72 tahun," katanya kepada Solopos.com.

Dia memperkirakan Joko meninggal dunia sekitar dua pekan lalu. Selain mayat yang ditemukan sudah dalam kondisi gosong dan menjadi tengkorak, hal itu diperkuat keterangan para tetangga. Dari keterangan yang diperoleh, Joko kali terkhir terlihat oleh warga sekitar dua pekan lalu.

"Korban hidup sebatang kara dan kurang perhatian juga dari pihak keluarga dan lainnya sehingga baru diketahui meninggal dunia setelah dua minggu," katanya.

Mengingat kondisi jenazah Joko sudah membusuk, Kapolsek mengatakan proses evakuasinya perlu perlakuan khusus dan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Polisi pun telah berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) serta Puskesmas setempat untuk proses evakuasi tersebut.

Dia mengakui proses evakuasi jenazah cukup sulit karena kondisi Joko yang ditemukan tak bernyawa di lantai atas rumahnya. Selain itu rawannya penyebaran penyakit dari kondisi mayat yang membusuk.

"Jadi memang butuh hati-hati jangan sampai niatnya evakuasi malah menimbulkan korban baru," katanya.

Selanjutnya jenazah Joko akan dimakamkan di permakaman umum Danyong, Sukoharjo. Hal ini sesuai permintaan keluarga yang tidak menginginkan dilakukan autopsi terhadap jenazah Joko sehingga langsung dimakamkan.

Perwakilan keluarga Djoko Marsaid mengatakan keluarga tidak menghendaki adanya autopsi. Alasannya kondisi Joko yang tidak memungkinkan untuk dilakukan autopsi.

Joko juga meninggal dunia karena faktor usia yang sudah tua. Keluarga melihat korban tidak pernah memiliki masalah dengan siapa pun.

"Beberapa kali sering sakit. Ya namanya sudah tua. Jadi kami merasa tidak perlu dilakukan autopsi apalagi jenazah sudah membusuk seperti itu. Jadi lebih baik dimakamkan langsung," katanya.

Selama ini korban memang tinggal sendiri dan belum menikah. Keluarga hanya sesekali datang berkunjung ke kediaman korban. "Memang kami tidak tiap hari ke sini. Kami nengok ya jarang-jarang," katanya.