Ditolong Tetangga, Nenek-Nenek Sragen Selamat Saat Rumahnya Ambruk 

Rumah warga Kampung Widoro RT 040/RW 012, Sragen Wetan, Sragen, Poni, 60, rata tanah, Sabtu (1/12 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
02 Desember 2018 16:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Rumah seorang nenek-nenek di Kampung Widoro RT 040/RW 012, Sragen Wetan, Sragen, Poni, 60, ambruk pada pada Rabu (28/11/2018) lalu. Penyebabnya diduga karena usia bangunan yang sudah tua dan lapuk.

Kini, perempuan tua dan cucunya yang masih kelas III SD terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya, Pamungkas. Rumah Poni yang ambruk berada di belakang rumah Pamungkas. Rumah berdinding gedek itu di pinggir Kali Widoro itu ambruk karena sokogurunya lapuk. 

“Saya beruntung bisa selamat setelah diteriaki Pamungkas. Untung kejadiannya pada siang hari pukul 13.00 WIB. Saat itu, saya habis Salat Duhur. Tiba-tiba terdengar suara kretek-kretek. Pamungkas berteriak seraya menarik saya keluar rumah. Kalau kejadiannya malam hari, entah apa yang terjadi,” kisah Poni yang ditemui Solopos.com, Sabtu (1/12/2018).

Rumah yang ambruk itu sebenarnya rumah yang dibuatkan warga lingkungan RT 040 untuk Poni sekitar 10 tahun lalu. Sebelum tinggal di rumah itu, Poni dan keluarganya tinggal mengontrak. Ia tak kuat membayar kontrakan dan akhirnya dibuatkan rumah sederhana di pinggir kali. 

Suaminya sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Sejak setahun terakhir, Poni menderita sakit stroke. “Awalnya tidak bisa bangun. Alhamdulillah, sekarang bisa berjalan dengan bantuan tongkat ini,” ujar Poni.

Ia masih memiliki tanggungan cucunya, Rafis, yang dianggapnya seperti anak sendiri. Untuk biaya hidupnya, ia hanya bisa mengandalkan anaknya Sri Lestari, 22, yang bekerja sebagai buruh di pabrik. 

Kondisi rumah Poni kini sudah rata tanah. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen ikut bekerja bakti membersihkan puing-puing bangunan dan memberi santunan sembako.

“Kemarin Pak RT dan Pak Lurah sudah menyurvei rumah simbah [Poni]. Tapi entah kapan belum ada kepastian untuk dibangun lagi. Semoga segera ada bantuan untuk pembangunan rumah,” ujar menantu Poni, Joko Santoso, 42.

Tim Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen juga sempat survei ke lokasi. Anggota amil Lazismu Sragen, Tommy, mengatakan untuk penanganan pembangunan rumah Poni masih diupayakan dengan pengalangan dana dari warga. 

Dia mengatakan Lazismu juga akan memberikan bantuan bedah rumah saat warga bekerja bakti membangunkan rumah Mbah Poni.