2 Macan Tutul di Gunung Lawu Terdeteksi, Induk & Anaknya

Macan tutul di Taman Nasional Baluran. (Wikipedia.org - Candra Firmansyah)
02 Desember 2018 06:30 WIB Ivan Andimuhtarom Karanganyar Share :

Solopos.com, SOLO -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) memastikan hewan buas yang menyerang puluhan hewan ternak di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, dalam sebulan terakhir adalah macan tutul. Lembaga itu memastikan jumlah macan tutul yang menyerang ternak warga berjumlah dua ekor.

Kepala BKSDA Jateng, Suharman, menyatakan untuk memantau aktivitas hewan yang meresahkan warga lereng Gunung Lawu, pihaknya memasang camera trap atau kamera pengawas di dekat lokasi penerkaman. Kamera itu berhasil merekam foto dua ekor macan tutul.

"Satu ekor induk dan satu ekor macan tutul yang masih kecil,” ujarnya saat ditemui wartawan seusai membuka Festival Penangkaran 2018 di Solo Zoo, Sabtu (1/12/2018).

Suharman menjelaskan hutan Gunung Lawu memang menjadi habitat macan tutul. Pihaknya terus berupaya menangkap macan tersebut agar tak ada lagi ternak warga yang dimangsa.

"Sudah sepekan ini kami memasang tiga buah perangkap. Kami kasih kambing sebagai umpan. Tetapi belum juga tertangkap karena macan tutul memang dikenal sebagai macan yang cerdas," kata dia.

Terakhir, serangan macan Gunung Lawu menyasar kambing milik Kisut, 50, warga Pondok Pengkok RT 001/RW 001, Beruk, Jatiyoso. Kedua macan tersebut melarikan diri ke hutan setelah dipergoki pemilik kambing yang dimangsa. Sebelum kabur ke hutan, salah satu macan sempat berlari ke dalam rumah dan menabrak perabot rumah.

Sebanyak dua kambing milik Kisut langsung mati pascaditerkam macan Gunung Lawu, Sabtu (1/12/2018) pukul 01.00 WIB. Kejadian tersebut diketahui pemilik rumah begitu mendengar suara gaduh di kandang kambing di samping rumah. Kisut memiliki delapan ekor kambing yang ditempatkan dalam dua kandang. Masing-masing kandang berisi empat ekor kambing.

Saat mengecek kambingnya, Kisut melihat dua ekor macan di kedua kandang ternaknya. Kedua macan Gunung Lawu itu baru saja menyerang satu ekor kambing di masing-masing kandang. Dua ekor kambing yang diserang langsung mati, sedangkan dua kambing lainnya mengalami luka di bagian leher.

Macan Gunung Lawu tak memakan kambing tersebut secara utuh. Macan Gunung Lawu juga membiarkan dua ekor yang mati tergeletak di dalam kandang.
“Lantaran tepergok pemilik rumah atau pemilik kandang, dua ekor macan Gunung Lawu itu berlarian. Mungkin macannya terkejut. Satu ekor lari keluar kandang [menuju hutan Gunung Lawu]," kata Kisut.