Macan Gunung Lawu Marah karena Anaknya Diambil Pemburu Liar?

Anggota polisi, warga, dan petugas Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar saat mengecek hewan ternak, Kamis (22/11/2018). (Istimewa - Polres Karanganyar
02 Desember 2018 08:30 WIB Ivan Andimuhtarom Karanganyar Share :

Solopos.com, SOLO -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) mendeteksi dua macan tutul yang menyerang puluhan hewan ternak di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, sebulan terakhir. Temuan ini memunculkan kemungkinan-kemungkinan soal penyebab kemarahan macan tutul tersebut ke permukiman warga.

Kepala BKSDA Jateng, Suharman, mengungkapkan ada dua teori yang berkembang seputar penyebab kemarahan macan tutul itu. Pertama, kata dia, karena habitatnya sempat terbakar beberapa waktu lalu. Kedua, beredar isu ada pemburu liar yang mengambil anak macan tutul tersebut.

"Isu ini memang belum bisa dipastikan kebenarannya. Tetapi layaknya kucing, induknya akan mencari anak yang diambil orang," kata dia saat ditemui wartawan seusai membuka Festival Penangkaran 2018 di Solo Zoo, Sabtu (1/12/2018).

Maka, pergerakan macan yang mengitari lereng Gunung Lawu diprediksi muncul karena induk macan itu sedang mencari anaknya. Pasalnya, jika teori pertama yang digunakan, maka macan tutul yang turun gunung seharusnya tidak hanya dua ekor.

"Kalau sampai tertangkap, akan kami evaluasi, bisa kami kembalikan ke habitat asli atau kami bawa ke Pulau Nusakambangan. Yang jelas, macan tutul itu tak boleh dibunuh karena termasuk satu di antara hewan dilindungi selain owa jawa dan elang jawa," papar dia.

Terakhir, serangan macan Gunung Lawu menyasar kambing milik Kisut, 50, warga Pondok Pengkok RT 001/RW 001, Beruk, Jatiyoso. Kedua macan tersebut melarikan diri ke hutan setelah dipergoki pemilik kambing yang dimangsa. Sebelum kabur ke hutan, salah satu macan sempat berlari ke dalam rumah dan menabrak perabot rumah.

Dua kambing milik Kisut langsung mati setelah diterkam macan, Sabtu (1/12/2018) pukul 01.00 WIB. Kejadian tersebut diketahui pemilik rumah begitu mendengar suara gaduh di kandang kambing di samping rumah. Kisut memiliki delapan ekor kambing yang ditempatkan dalam dua kandang. Masing-masing kandang berisi empat ekor kambing.

Saat mengecek kambingnya, Kisut melihat dua ekor macan di kedua kandang ternaknya. Kedua macan Gunung Lawu itu baru saja menyerang satu ekor kambing di masing-masing kandang. Dua ekor kambing yang diserang langsung mati, sedangkan dua kambing lainnya mengalami luka di bagian leher.

Macan Gunung Lawu tak memakan kambing tersebut secara utuh. Macan Gunung Lawu juga membiarkan dua ekor yang mati tergeletak di dalam kandang.

Dengan demikian, macan Gunung Lawu sudah menyerang puluhan ekor kambing di kawasan Tawangmangu dan Jatiyoso. Sebanyak delapan ekor kambing milik warga di Sendang, Sepanjang, Tawangmangu, diserang macan tutul akhir Oktober lalu. Lalu, macan juga menyerang 26 kambing di Wonorejo, Jatiyoso, selama beberapa hari menjelang akhir November 2018.