Ayah Korban Temui Terdakwa Kasus Laka Timur Mapolresta di Rutan Solo

Terdakwa kasus laka timur Mapolresta Surakarta, Iwan Adranacus, dipeluk ayah korban, Eko Prasetyo, di ruang sidang PN Solo, Selasa (6/11 - 2018). (Solopos/Ivan Andimuhtarom)
03 Desember 2018 21:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ayahanda Eko Prasetyo korban kecelakaan lalu lintas berujung maut di timur Mapolresta Surakarta, Suharto, menjenguk terdakwa Iwan Andranacus di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Solo, Senin (3/12/2018).

Pantauan Solopos.com, pertemuan antara Suharto dan Iwan berlangsung tertutup bagi awak media. Ketika awak media tiba di Kompleks Rutan Solo pukul 09.30 WIB pertemuan sudah berlangsung.

Iwan meminta kepada awak media agar tidak mendokumentasikan pertemuan dia dengan Suharto. Dia beralasan tidak enak atau sungkan dengan Suharto bila pertemuan itu difoto dan disebarluaskan.

Akhirnya awak media hanya bisa menunggu pertemuan tersebut selesai sembari meliput pernikahan seorang tahanan asal Sukoharjo yang sedang dititpkan di Rutan Kelas IA Solo.

Sekitar pukul 10.30 WIB, pertemuan antara Iwan dan Suharto usai. Tapi Suharto langsung menuju pintu gerbang Rutan. Dia hanya melambaikan tangan saat wartawan hendak mewawancarai dia.

Saat Solopos.com mencoba mengejar Suharto hingga keluar Rutan ternyata yang bersangkutan sudah tidak ada. Namun beberapa jurnalis foto berhasil memotret dia saat hendak keluar dari Rutan.

Penasihat hukum keluarga Eko Prasetyo, Sigit Sudibyanto, saat dihubungi Solopos.com via telepon seluler (ponsel), Senin siang, mengaku tidak tahu menahu pertemuan Suharto dan Iwan.

Dia pun tidak mendampingi Suharto saat pertemuan tersebut berlangsung. "Saya tidak tahu, tidak tahu soal itu. Saya tanya beberapa hal kepada Pak Harto via WA tidak dibalas," ujar dia.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, sidang lanjutan kecelakaan berujung maut dengan terdakwa Iwan Andranacus akan kembalir digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo pada Kamis (6/12/2018) depan.

Sidang lanjutan tersebut dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Agustus lalu itu dipicu percekcokan antara Iwan dengan Eko di tengah jalan. Mereka sempat terlibat kejar-kejaran sampai akhirnya sepeda motor Eko ditabrak mobil Iwan.