Jalur Evakuasi Merapi di Sidorejo Klaten Rusak Parah

Warga melintas di jalan depan Pesanggrahan Pakubuwono X, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, yang menjadi salah satu jalur evakuasi erupsi Merapi, Jumat (30/11 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
03 Desember 2018 05:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Ruas jalan menuju kawasan objek wisata Deles Indah, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, rusak parah. Jalan yang juga menjadi jalur evakuasi warga ketika terjadi erupsi Gunung Merapi itu rusak gara-gara kerap dilintasi truk pengangkut material galian C.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, sejumlah badan jalan berlubang dan bergelombang dengan jejak ban truk terlihat di jalan beraspal yang berganti dengan tanah. Seperti jalan di depan Pesanggrahan Pakubuwono X di kawasan Deles Indah yang aspalnya mulai mengelupas pada jalan yang curam dan menikung.

Salah satu warga Sidorejo, Sarjino, jalan rusak parah terjadi sekitar tiga bulan terakhir. Jalan tersebut belakangan menjadi salah satu ruas jalan yang ramai dilintasi truk menuju lokasi pertambangan di Desa Tegalmulyo, Kemalang yang bersebelahan dengan Desa Sidorejo.

Sarjino menjelaskan ruas jalan menuju kawasan objek wisata Deles Indah menjadi salah satu jalur evakuasi erupsi Gunung Merapi. Meski tak banyak warga yang melintas di ruas jalan tersebut, perbaikan jalan mendesak dilakukan apalagi ada peningkatan aktivitas Merapi dan statusnya saat ini berada pada level waspada. 

Jarak terdekat perkampungan di Sidorejo dengan puncak Merapi sekitar 4 km. “Ada tiga jalur evakuasi yang sudah dipetakan yakni jalur barat di ruas jalan objek wisata itu kemudian jalur tengah dan timur melewati perkampungan. Untuk jalur tengah dan timur relatif masih aman,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (1/12/2018).

Warga lainnya, Sukiman, menuturkan jalan menuju kawasan objek wisata tersebut menjadi salah satu jalur evakuasi warga Dukuh Deles, Petung, serta Butuh Kulon jika terjadi erupsi Merapi. Warga sudah mengusulkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Klaten lantaran termasuk jalan kabupaten agar diperbaiki. 

Namun, usulan warga itu belum mendapat respons. “Panjang ruas jalan yang rusak parah sekitar 1 km. Kondisi agak parah di ruas jalan bawahnya sekitar 2 km,” ungkapnya.

Warga lainnya, Jenarto, mengatakan sebelumnya warga urunan menambal ruas jalan di kawasan objek wisata itu setelah status Merapi meningkat dari normal menjadi waspada. Belum lama ditambal, jalan kembali rusak dengan kerusakan kian parah. “Dulu iya [jalur evakuasi]. Tetapi karena kondisinya rusak dan membahayakan, warga mencari jalur evakuasi lain yakni melewati tengah perkampungan di Deles,” ungkapnya.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Klaten, Suryanto, mengatakan perbaikan jalur evakuasi di lereng Merapi menggunakan dana APBD serta dana alokasi khusus (DAK) pada 2019 dilakukan dengan meneruskan perbaikan jalan yang sudah diperbaiki tahun ini. 

Jalur tersebut seperti jalur evakuasi antara Pasar Kembang-Dompol, ruas jalan Mipitan-Karangnongko, serta ruas jalan Ngemplakseneng-Panggang. Sementara perbaikan belum menyasar ke wilayah lebih atas seperti di jalur menuju kawasan Pesanggrahan Pakubuwono X di Desa Sidorejo. 

Pemkab sudah mengusulkan perbaikan jalur evakuasi yang belum tersentuh perbaikan dari APBD serta DAK termasuk ruas jalur evakuasi di Sidorejo dan Tegalmulyo yang juga rusak parah ke pemerintah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).

“Jalur evakuasi lainnya kami mengusulkan melalui bantuan provinsi. Kalau penanganan darurat sangat berat sekali,” katanya.