Nomor Whatsapp Ketua DPRD Solo Dibajak Orang Minta Transfer Uang

Ilustrasi logo Whatsapp (Digit.in)
04 Desember 2018 13:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Nomor aplikasi pesan instan Whatsapp milik Ketua DPRD Kota Solo, Teguh Prakoso, dibajak oknum tak bertanggung jawab.

Oknum itu menggunakan nomor tersebut untuk menghubungi orang di daftar kontak guna meminta sejumlah uang, termasuk beberapa pejabat di Kota Solo, dengan mengatasnamakan Teguh Prakoso.

Teguh, saat ditemui Solopos.com di lingkungan Kantor DPRD Kota Solo mengaku mengetahui nomor Whatsappnya tidak dapat diakses pada Selasa (4/12/2018) pagi.

"Kali pertama yang menghubungi saya pak Wali Kota [F.X. Hadi Rudyatmo] menanyakan maksud dari chat-chat di Whatsappnya. Saya segera memberikan informasi ke teman-teman untuk mengeluarkan saya dari grup-grup Whatsapp," ujarnya.

Ia menambahkan segera melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Menurutnya, ada salah satu teman kuliahnya yang tertipu dan mentransfer uang Rp10 juta atas permintaan oknum tersebut.

Sementara itu, rekan Teguh, Agus Sudarmadi, mengaku telah mentransfer uang dua kali senilai Rp5,5juta dan Rp4,5juta melalui rekening Bank Mandiri. Agus menerima pesan dari nomor Teguh sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa, dengan alasan meminjam uang dan akan dikembalikan sebelum pukul 20.00 WIB.

Dia pun percaya karena Teguh adalah teman akrabnya. Setelah ditransfer Rp10juta, nomor tersebut meminta sejumlah uang lagi senilai Rp4,5juta yang ditransfer melalui bank lain.

Ia pun curiga dan segera menelepon Teguh Prakosa. Teguh menjawab tidak pernah meminta sejumlah uang. Kemudian, ia segera melapor ke polisi dan petugas bank.

Admin akun Facebook Teguh Prakoso, Faisal Aditya, yang juga keponakan Teguh Prakoso, mengatakan pada Senin (3/12/2018) malam ada pesan masuk melalui aplikasi Facebook meminta nomor telepon.

Lantas Teguh Prakoso memberikan nomor telepon dan beberapa saat kemudian diduga pelaku menelepon dan mengarahkan Teguh untuk memberikan kode verifikasi. Hingga saat ini berdasarkan informasi yang telah dia terima sudah ada dua orang yang mentransfer sejumlah uang yakni Rp10 juta dan Rp6 juta.

"Kemungkinan awal pembajakannya melalui itu. Pak Teguh orangnya percayaan terlebih profil Facebook diduga pelaku itu berstatus guru. Biasanya saya yang memfilter namun saat itu kemungkinan bapak [Teguh] sedang santai sehingga dibalas sendiri," ujarnya.