Jenazah CEO Batik Keris Solo Dikremasi Kamis di Delingan Karanganyar

Mobil jenazah CEO PT Batik Keris, Handianto Tjokrosapitro, tiba di lokasi pabrik di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Senin (3/12 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
04 Desember 2018 19:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Jenazah Presiden Direktur (CEO) PT Batik Keris, Handianto Tjokrosaputro, dijadwalkan dikremasi pada Kamis (6/12/2018). Kremasi dilakukan di Krematorium Delingan, Karanganyar.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, jenazah Handianto tiba dari Singapura di Bandara Adisoemarmo, Boyolali, Senin (3/12/2018) sekitar pukul 15.50 WIB.

Menggunakan pesawat carter dari Singapura, jadwal terbang yang seharusnya pagi hari bergeser menjadi pukul 15.00 waktu setempat. Dari bandara, iring-iringan jenazah dibawa ke lokasi pabrik di Cemani, Sukoharjo, melewati Omah Lowo di Jl. Slamet Riyadi Solo.

Pemanfaatan bangunan cagar budaya (BCB) itu menjadi museum dan showroom Batik Keris adalah mimpi besar almarhum Handianto sejak ibundanya masih ada. Dari pabrik, iring-iringan kemudian melintasi Showroom Batik Keris di Nonongan dan berakhir di Rumah Duka Tiong Ting sekitar pukul 17.15 WIB.

Di rumah duka yang beralamat di Jl. Kolonel Soetarto itu, puluhan karangan bunga dari pejabat dan rekanan PT Batik Keris tampak memenuhi halaman. Putra Handianto, Adriel Tjokrosaputro, bertugas membawa pigura foto mendiang ayahnya.

Pria berkacamata itu sesekali tampak meneteskan air mata. Jenazah kemudian diletakkan di salah satu ruang yang dilanjutkan Ibadah Penghiburan. Tokoh Masyarakat Tionghoa yang juga adik ipar istri almarhum, Sumartono Hadinoto, mengatakan Handianto sakit di bagian perut tak lama setelah pulang dari Eropa sekitar satu tahun lalu.

Sempat membaik, keluarga mengadakan ibadah syukur dengan mengundang kerabat dan teman awal tahun ini. “Dua bulan tiga pekan lalu, sakit almarhum kambuh dan dibawa berobat ke Singapura. Sembilan hari lalu kondisinya memburuk dan sempat akan dibawa ke Jerman namun tidak memungkinkan,” kata dia kepada wartawan, Senin.

Prosesi kremasi menunggu putri Handianto, Elvina Tjokrosaputro, yang masih berada di Jerman. Elvina rencananya tiba di Solo pada Selasa (4/12/2018).

“Selasa itu dilakukan upacara tutup peti. Rabu [5/12/2018] malam kembang. Kamis [6/12/2018] baru dikremasikan di Krematorium Delingan, Karanganyar,” ucapnya.

Sumartono menyebut Handianto adalah seorang filantropi yang bersedia membantu komunitas apa pun yang mengalami kekurangan dana. Sebagai Ketua Penatua di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Coyudan, Handianto selalu berpesan agar membantu kesulitan anak-anak dan para lanjut usia (lansia).

Ihwal PT Batik Keris, Sumartono menyebut tampuk kepemimpinan sudah diserahkan kepada istrinya, Lina, sebagai Komisaris Utama. Sang putri, Elvina, yang menjabat Wakil Direktur turut membantu perkembangan Batik Keris di masa kini.

Salah satunya lewat showroom yang dibuka di bandara-bandara di Indonesia. Selain itu, PT Batik Keris juga melebarkan sayap di lini kuliner lewat Keris Cafe dan Roemah Herritage.

Kafe itu telah membuka cabang di Solo, Jakarta, Semarang, dan Bali. “Saat ini yang membantu pengembangan usaha adalah istri almarhum, Lina, dan putrinya, Elvina. Adriel bekerja di perusahaan asing dan ditempatkan di Hongkong. Setelah beliau tiada, belum tahu juga apakah Adriel akan membantu di perusahaan atau tidak,” kata dia.