Menjelajahi Keunikan Pasar Gawok Sukoharjo

Pandai besi menempa mata cangkul di los Pasar Gawok, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Senin (24/11 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
04 Desember 2018 19:05 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pasar Gawok di Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi alternatif masyarakat terutama kaum laki-laki untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Hampir semua kebutuhan tersedia di pasar tersebut mulai dari pakaian, alat-alat pertanian, tanaman hias, aksesori, hingga unggas. Lokasi Pasar Gawok berjarak sekitar satu kilometer dari Stasiun Gawok. Bangunan baru Pasar Gawok diresmikan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, pada awal Oktober 2017.

Berbeda dengan pasar tradisional lainnya, Pasar Gawok hanya dibuka pada pasaran Pon dan Legi. “Dahulu, Pasar Gawok hanya buka setiap pasaran Pon. Lantaran jumlah pengunjung makin banyak dan aktivitas jual-beli juga kian ramai maka pasar dibuka setiap Pon dan Legi,” ujar seorang pedagang Pasar Gawok, Sugino, saat berbincang dengan solopos.com, Senin (24/11/2018).

Pada Senin lalu, ratusan sepeda motor berjejer rapi di bawah rimbunnya pohon beringin dekat Pasar Gawok. Sejumlah juru parkir (jukir) sibuk menata sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan. Sementara beberapa pedagang asongan makanan dan minuman menggelar lapak dagangannya tak jauh dari lokasi parkir sepeda motor.

Biasanya, lapak-lapak pedagang memenuhi area pasar mulai pagi hari-siang hari. “Para pengunjung tak hanya berasal dari Sukoharjo melainkan daerah lainnya seperti Kota Solo dan Boyolali. Bahkan, tak sedikit pengunjung asal Klaten yang sengaja berbelanja ke Pasar Gawok,” ujar dia.

Selain itu, para pengunjung pasar memiliki beragam latar belakang profesi mulai dari pegawai negeri sipil (PNS), pengusaha, buruh dan petani. Mereka berbaur menjadi satu saat berbelanja di area pasar.

Para petani kerap menyambangi pasar hanya untuk memperbaiki mata cangkul yang rusak atau tak lagi tajam. Mereka juga bisa memesan berbagai peralatan pertanian di beberapa pandai besi di pasar tersebut.

“Ada pandai besi yang membuat berbagai peralatan pertanian seperti mata cangkul. Hanya ada di Pasar Gawok, tidak ada di pasar tradisional lainnya,” papar dia.

Sementara itu, seorang warga Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Ihsan, mengatakan Pasar Gawok merupakan potensi desa lantaran memilik keunikan dan menopang perekonomian warga setempat. Warga bisa membuka usaha kecil-kecilan seperti warung makan, toko kelontong dan jasa penitipan sepeda motor di sekitar pasar.