Kasus Pembunuhan Boyolali, Keluarga Eka Ingin Utang Nyawa Dibayar Nyawa

Keluarga Eka Rahma Aprilianti, 24, korban pembunuhan di Boyolali berdialog dengan Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto (kedua dari kiri) di Mapolres Boyolali, Selasa (4/12 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
04 Desember 2018 16:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Keluarga Eka Rahma Aprilianti, 24, korban pembunuhan di Boyolali yang terungkap Minggu (2/12/2018), menginginkan tersangka Fajar Sigit Santoso, 19, dihukum mati. Mereka menilai perbuatan Fajar terhadap Eka sangat keji.

Agus Trimo, 42, sepupu Eka, mengatakan perbuatan tersangka menghilangkan nyawa saudaranya membuat orang tua mengalami kehilangan dan kesedihan mendalam bagi mereka dan keluarga. “Utang nyawa dibayar dengan nyawa,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Boyolali, Selasa (4/12/2018).

Agus yang tinggal berdekatan dengan rumah korban di Dukuh Ngadigung, Desa/kecamatan Windusari, Magelang, itu mengenal baik Eka. Menurutnya, Eka yang merupakan lulusan Universitas Sains Alquran (Unsiq) Wonosobo semasa hidupnya merupakan sosok penyayang dan supel.

“Eka orang baik, sehingga ketika dia meninggal dengan cara dibunuh, kami tidak bisa menerima begitu saja,” imbuh Agus.

Ungkapan senada disampaikan sepupu Eka lainnya, Ahmad Abdul Khadik, 22. Dia meminta tersangka yang merupakan warga Dukuh Waru, Kelurahan Kemiri, Mojosongo, Boyolali, itu dihukum mati. “Harus dihukum mati,” ungkapnya.

Khadik merasa geram terhadap tersangka karena pada saat pihak keluarga berada di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUDPA), tempat korban disemayamkan sementara, tersangka berada seolah-olah ikut bersimpati.

“Saya sempat ditepuk-tepuk punggungnya oleh tersangka sambil menyuruh saya bersabar. Ini yang membuat saya sangat geram,” kata dia.

Pada Selasa, Agus dan Khadik datang ke Mapolres Boyolali bersama lima orang lainya untuk mengambil barang-barang milik Eka yang sudah tidak diperlukan lagi dalam penyelidikan polisi.

Mereka juga sempat melihat fajar di sel tanahan Mapolres. Saat itu mereka meluapkan kekesalan dan kemarahan dengan berteriak dan memaki tersangka. “Kami belum puas tapi kami merasa sedikit lega sudah bisa melihat tersangka di dalam [sel],” ujar salah satu anggota keluarga Eka.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Boyolali KP Willy Budiyanto mewakili Kapolres AKBP Aries Andhi mengatakan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. “Kami terus periksa tersangka dan saksi-saksi agar ini semua cepat selesai,” kata Willy.

Diberitakan sebelumnya, Eka Rahma Aprilianti, 24, warga Magelang, ditemukan tak bernyawa Minggu di sebuah kebun di Dukuh Banjarsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Pada hari yang sama, polisi menangkap pelaku, yakni Fajar Sigit Santoso, 19 di RSUDPA Boyolali, tempat korban disemayamkan sementara.