3 Kasus Pembunuhan Gemparkan Boyolali

Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat perempuan di Banjarsari, Kemiri, Mojosongo, Boyolali, Minggu (2/12 - 2018). (Istimewa/Sidik Purnomo)
04 Desember 2018 21:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Boyolali digegerkan tiga kasus pembunuhan selama 2018. Diawali dengan kasus pembunuhan Dera Dewanti Dirgahayu, 38, warga Perum Sawahan Indah 4 Ngemplak, Boyolali.

Dera dibunuh saat sedang tidur di rumahnya oleh tetangganya sendiri, Beki Efrianto, 21, pada 21 Januari 2018. Peristiwa bermotif pencurian ini awalnya terkuak saat jenazah Dera ditemukan di perairan Waduk Cengklik.

Polisi lalu menyelidiki kasus ini dan terungkap bahwa Dera dibunuh di rumahnya setelah memergoki Beki tengah mencuri uang di kamar tidurnya. Setelah itu jenazah Dera dibawa menggunakan mobil milik Dera dan dibuang di Waduk Cengklik.

Beki tertangkap lima hari kemudian di lokasi persembunyiannya di luar wilayah Soloraya. Beki ditangkap berikut barang bukti berupa mobil milik Dera. Kini Beki tengah menjalani hukuman 17 tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Boyolali beberapa waktu lalu.

Peristiwa kedua yang juga tak kalah menghebohkan yakni pembunuhan Novi Septiyani, 22, ibu muda asal Gumukrejo, Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk, Boyolali. Novi dianiaya hingga meninggal oleh suaminya sendiri, Handoko, di rumahnya pada 30 September 2018.

Hingga saat ini kasus tersebut belum disidangkan di PN Boyolali. Kasus ini menarik perhatian karena awalnya penuh misteri. Sang suami, Handoko, berpura-pura tidak tahu menahu perihal penyebab kematian istrinya meski para tetangga curiga dengan kondisi jenazah Novi yang terdapat luka lebam di wajah.

Namun, polisi tak kehilangan akal. Makam Novi dibongkar kembali dan jenazahnya diautopsi. Dari situ lah polisi yakin Novi dibunuh dan kecurigaan mengarah pada suaminya. Polisi akhirnya menangkap Handoko dan mendapat pengakuan darinya bahwa Novi malam sebelum Novi meninggal mereka sempat bersitegang hingga ia memukul istrinya itu.

Kasus terakhir baru saja terjadi akhir pekan lalu. Eka Rakhma Aprilianti Ifada, 24, warga Magelang, ditemukan tak bernyawa pada Minggu (2/12/2018) di ladang Dukuh Banjarsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Pada hari yang sama, pembunuhnya, Fajar Sigit Santoso, 25, warga Dukuh Waru, Kelurahan Kemiri, Mojosongo, ditangkap polisi. Fajar adalah warga di tempat mayat Eka ditemukan. Fajar bahkan sempat ikut menonton bersama warga lainnya saat polisi melakukan olah TKP penemuan mayat Eka. Kemudian Fajar juga menengok jenazah Eka di kamar mayat RSUD Pandan Arang Boyolali sebelum ditangkap tempat tersebut.