Trauma Serangan Macan Lawu, Warga Jatiyoso Jual dan Ungsikan Ternak

Polisi mengecek kambing milik warga di Wonorejo yang mati diduga diterkam macan Gunung Lawu, Minggu (25/11/2018) dini hari. (Istimewa - Polsek Jatiyoso)
04 Desember 2018 15:15 WIB Irawan Sapto Adhi Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sejumlah warga Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, terpaksa menjual atau mengungsikan hewan ternak mereka yang masih hidup. Hal itu untuk menghindari ternak mereka dimangsa macan Gunung Lawu yang belakangan kerap menyerang.

Warga Dusun Pondok Pengkok RT 001/RW 001 Desa Beruk, Kisut, 50, mengaku trauma dengan serangan macan Gunung Lawu yang membuatnya kehilangan dua kambing pada Sabtu (1/12/2018) lalu.

Dia akhirnya memilih menjual dan menitipkan enam kambing tersisa kepada orang lain di luar Beruk. Kisut melakukan itu sebagai langkah antisipasi kalau-kalau macan kembali turun ke perkampungan dan memangsa hewan ternak.

Bukan hanya Kisut, warga Beruk lain, seperti Supono, Mbah Giman, dan Mbah Wiji akhirnya juga menjual kambing mereka dengan alasan takut diserang macan Gunung Lawu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com di Beruk, jumlah kambing warga Beruk yang telah dijual kepada orang lain hingga Selasa (4/12/2018) pagi kurang lebih 20 ekor. Mereka menjual kambing tersebut dengan harga bervariasi sesuai ukuran badan.

Kepala Dusun (Kadus) Pondok Pengkok, Desa Beruk, Giyono, 24, mengatakan banyak warga Beruk kini takut akan adanya serangan susulan macan Gunung Lawu. Dia sudah mencoba meminimalkan ketakutan warga dengan mengintensifkan ronda malam.

Namun, Giyono tidak memungkiri masih ada warga yang takut hingga mengambil langkah menjual hewan ternak mereka yang masih hidup. Dia mendapati sejumlah warga Beruk hanya menjual hewan ternak kambing yang memiliki ukuran sebanding dengan macan.

"Saya lihat warga hanya menjual kambing mereka. Sedangkan hewan ternak lain, seperti sapi dan ayam tidak ikut dijual," kata Giyono saat diwawancarai Solopos.com, Selasa.

Plt. Kepala Desa Beruk, Haryanto, mengimbau warga Beruk yang tinggal di dekat hutan lindung terus meningkatkan kewaspadaan. Dia menyampaikan bukan tidak mungkin macan Gunung Lawu kembali masuk perkampungan warga.

Haryanto terus berkoordinasi dengan pejabat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) guna menangani ancaman serangan macan Lawu.

Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Pemerintah Kecamatan Jatiyoso itu menyebut BKSDA kabarnya telah memasang sejumlah perangkap untuk menangkap macan Gunung Lawu. Ada wacana setelah ditangkap macan Gunung Lawu akan dievakuasi atau dilepas ke tempat lain agar tidak lagi memangsa hewan ternak dan mengancam keselamatan warga di lereng Gunung Lawu.