Fondasi Jembatan Darurat Kismantoro Wonogiri Ambles Diguyur Hujan

Kondisi jembatan penghubung Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, Selasa (4/12 - 2018). (Istimewa)
04 Desember 2018 17:35 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Hujan deras yang mengguyur Wonogiri pada Senin (3/12/2018) mengakibatkan jembatan darurat penghubung Jateng dan Jatim di Kismantoro, Wonogiri, ambles.

Sambungan baja di bagian tengah patah dan miring. Salah satu pengguna jalan, Anton Setyawan, mengatakan akibat patahnya baja jembatan, kendaraan dengan roda lebih dari enam dilarang melintas.

Jembatan hanya boleh dilalui roda empat dan roda dua. “Itu jembatan darurat karena jembatan utama sedang direhab. Tapi gara-gara hujan kemarin fondasi seperti geser. Ini sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar dia saat dihubungi Solopos.com, Selasa (4/12/2018).

Ia mengatakan saat melewati jembatan, goncangan sangat terasa. Ia khawatir kendaraannya terguling ke kali karena tak stabil. Belum lama ini, ada truk yang tersangkut di jembatan dan hampir jatuh ke kali.

“Sekarang truk harus memutar lewat Lemahbang. Jaraknya mungkin bertambah tiga kilometer lebih dibanding lewat jembatan ini,” imbuhnya.

Ia berharap pembangunan jembatan utama segera selesai. Ia mengeluhkan pembangunan jembatan penghubung Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur itu tak kunjung selesai sejak Mei lalu.

Camat Kismantoro, Joko Purwidyatmo, saat dimintai konfirmasi menyatakan fondasi bagian tengah yang berbahan beton di jembatan darurat itu sempat ambles sedikit pada Senin. Kini, bagian yang patah itu sudah dilas dan diperbaiki ke posisi semula, Selasa (4/12/2018).

Kendati demikian, ia meminta truk tidak melewati jembatan darurat. Tonase maksimal yang diizinkan melintas hanya enam ton.

“Tapi kadang muatan truk itu lebih dari enam ton. Kami sudah pasang rambu soal tonase. Namun, sopir truk kerap nekat,” ujar Joko.

Ia mengimbau sopir truk memilih rute alternatif melewati Lemahbang dan Gesing. Rute itu dinilai lebih aman. Ia menerangkan proyek perbaikan jembatan itu dikerjakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Saat ini mulai dilakukan proses konstruksi. “Yang paling lama itu pesan rangka bajanya. Ini baja dari Jakarta sudah tiba. Tinggal merangkai. Mungkin dua pekan lagi selesai,” ujar Joko.