Hasil Sementara Pilkades Serentak Wonogiri: Mayoritas Petahana Berjaya

ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos/Whisnu Paksa)
04 Desember 2018 21:05 WIB Rudi Hartono/Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Mayoritas calon petahana atau incumbent mengungguli lawannya pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahap II Kabupaten Wonogiri 2018 di 50 desa. 

Data perolehan suara sementara di 36 desa yang dihimpun solopos.com dari berbagai sumber seusai pemungutan suara, Selasa (4/12/2018) hingga pukul 19.30 WIB, calon petahana di 17 dari 28 desa yang terdapat incumbent menang. Sementara, calon petahana di 10 desa lainnya kalah.

Desa dengan petahana menang di antaranya Nambangan, Selogiri; Jendi, Selogiri; Jimbar, Pracimantoro; Golo, Puhpelem; dan Kembang, Jatipurno. Desa lainnya, yakni Miricinde, Purwantoro; Watusomo, Slogohimo, Talesan, Purwantoro; dan Jatirejo, Giritontro. Desa dengan petahana kalah, di antaranya Manjung, Wonogiri; Tawangharjo, Giriwoyo; Puhpelem, Puhpelem; Tanjungsari, Tirtomoyo; dan Tegalharjo, Eromoko.

Dari 36 desa tersebut terdapat delapan desa dengan semua calon kepala desa (cakades) wajah baru, di antaranya Joho, Gondang, Purwantoro; Paranggupito, Paranggupito. Sementara, cakades di satu desa lainnya, yakni Brenggolo, Jatiroto, adalah mantan kades dan wajah baru.

Petahana yang menang, seperti di Jendi, Selogiri, yakni, Suharni, memperoleh 1.706 suara unggul dari penantangnya, Wahyudi, dengan perolehan 1.075 suara. Suara tidak sah tercatat 46 suara. Total suara yang digunakan pemilih 2.837 suara.

Kemenangan petahana juga terjadi di Nambangan, Selogiri. Kades Nambangan periode 2012-2018, Suparno yang memperoleh 2.001 suara unggul telak dari kompetirtornya, Sapari, yang hanya mendapatkan 256 suara. Surat suara tidak sah tercatat 26 suara, total suara yang digunakan pemilih 2.283 suara.

Petahana di Jimbar, Pracimantoro, Sutrisno, juga unggul mudah dari lawannya, Sidik Purnomo. Sutrisno memperoleh 1.572 suara, sementara Sidik hanya mendapatkan 17 suara. Surat suara rusak 11 lembar dan total suara yang digunakan pemilih 1.600 suara. Sutrisno melawan adik kandungnya sendiri yang digandengnya maju, karena tak ada warga lain yang bersedia bertarung dengannya.

Sutarno, petahana di Golo, Puhpelem, juga menang telak dari penantangnya, Nara Priyono. Sutarno memperoleh 1.788 suara, sedangkan Nara hanya 195 suara. Suara tak sah 45, sehingga total suara digunakan 2.028 suara.

Desa yang tidak terdapat petahana terjadi persaingan sengit, seperti di Brenggelo, Jatiroto. Di desa tersebut perolehan suara dua calon kepala desa (cakades) hanya terpaut tiga suara. Maryoto memperoleh 807 suara, sementara Sino 804 suara. Suara tidak sah 23 suara dan total suara yang digunakan 1.634 suara. Maryoto merupakan mantan kades setempat periode sebelum 2012-2018.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri, Semedi Budi Wibowo, mengatakan setelah pemungutan suara cakades masih memiliki kesempatan untuk mengajukan keberatan, 5-6 Desember 2018. Jika ada sengketa akan diselesaikan panitia pemilihan dalam waktu tiga hari setelah aduan diterima. Dia berharap tidak ada cakades yang keberatan.

“Jika semua sudah beres, BPD akan melaporkan cakades yang terpilih kepada Bupati. Pelantikan dijadwalkan 17 Desember [jika tak ada sengketa],” ucap Semedi.

Terpisah, Kabagops Polres Wonogiri, Kompol Jaka Wibawa, menginformasikan pelaksanaan pilkades di 50 desa lancar.