Solopos Hari Ini: Tak Ada Negosiasi, Tumpas!

Solopos Rabu 5 Desember 2018
05 Desember 2018 11:10 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pemerintah memberi ultimatum kepada kelompok pengacau keamanan yang membunuh 31 pekerja proyek jembatan Trans Papua untuk menyerahkan diri. 

Jika tidak menyerah, aparat keamanan akan bertindak tegas. Penegasan itu disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018). ”Mereka itu bukan kelompok kriminal tapi pemberontak,” ujar Ryamizard.

Berita pembunuhan pekerja di Papua menjadi headline Harian Umum Solopos, Rabu (5/12/2018). Berikut beberapa kabar lainnya yang menjadi berita utama:

PELESTARIAN LINGKUNGAN: Butuh Revolusi Mental untuk Tangani Sampah
Seluruh elemen masyarakat harus berperan dalam penanganan sampah di Indonesia. Dibutuhkan revolusi mental agar permasalahan sampah selesai pada 2025, sesuai target pemerintah.

Penggagas Bank Sampah Kitiran Emas Solo, Denok Marty Astuti, mengatakan apabila urusan sampah hanya diselesaikan oleh pemerintah, target tersebut tidak akan tercapai.

LIGA PREMIER INGGRIS: Masihkah Tuan Rumah Mendapat Tuah
Fans Manchester United mungkin sudah lupa kali terakhir klub kesayangan mereka kalah ketika menjamu Arsenal di Liga Premier. Sebab hal itu sudah terjadi sangat lama. Tepatnya pada September 2006 atau sekitar 12 tahun silam.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

Pemkot Solo menata kawasan citywalk Jl. Slamet Riyadi dengan gaya Jl. Malioboro Jogja dinilai lebih pas untuk Jl. Gatot Subroto. Dosen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Kusumaningdyah Nurul, kepada Espos, Selasa (4/12), mengatakan ada perbedaan tipe antara Jl. Slamet Riyadi dengan Jl. Malioboro. “Jl.Slamet Riyadi telah menjadi karakter Kota Solo dengan pohon yang rindang," kata Kusumaningdyah.

Berita penataan kawasan citywalk di Solo menjadi headline halaman Soloraya Harian Umum Solopos, Rabu. Simak berita lainnya sebagai berikut:

KEGIATAN SENI: Apresiasi Seni Rupa di Rusunawa
Warga lalu lalang melewati Lantai I Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) II Begalon, Panularan, Laweyan, Solo, Selasa (4/12) siang. Sesekali, mereka memperhatikan deretan lukisan yang berjajar di tembok luar kamar dan balkon di lantai dasar tersebut. Seperti biasa, ada yang sibuk naik turun tangga untuk menyelesaikan aktivitasnya, bincang-bincang di tempat parkir, atau sekadar duduk-duduk di depan kamar.

MACAN GUNUNG LAWU: Warga Jual dan Ungsikan Ternak
Sejumlah warga Desa Beruk, Jatiyoso, Karanganyar, akhirnya memilih untuk menjual dan mengungsikan hewan ternak yang masih hidup. Mereka melakukan itu untuk mengantisipasi adanya serangan susulan dari macan Gunung Lawu terhadap hewan ternak di wilayah perkampungan.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com