Mundur Sehari, Tes SKB CPNS di Sragen Dimulai 8 Desember

Pekerja memasang plafon kajang dari kain di depan GOR Diponegoro Sragen, Rabu (5/12 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
05 Desember 2018 20:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Jadwal pelaksanaan tes seleksi kompetensi bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) sembilan kabupaten/kota di GOR Diponegoro Sragen molor lagi.

Tes SKB yang semula dijadwalkan mulai Jumat-Kamis (7-13/12/2018) mundur sehari menjadi Sabtu-Jumat (8-14/12/2018). Molornya jadwal tes SKB tersebut menjadi wewenang Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Penjelasan itu disampaikan Kabid Perencanaan dan Pengadaan Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen, Dwi Agus Prasetyo, saat ditemui Solopos.com di sela-sela meninjau persiapan tes SKB di GOR Diponegoro Sragen, Rabu (5/12/2018).

“Kami baru mendapat pemberitahuan mundur sehari pada Selasa [4/12/2018] sore. Kenapa molor sehari, itu BKN yang berwenang. Saya tidak tahu. Yang jelas persiapannya biar lebih baik. Daripada 7 Desember, nyatanya masih setting laptop. Bisa susah kami yang ketempatan,” kata Agus, sapaan akrabnya.

Tes SKB semula dijadwalkan dimulai Selasa (4/12/2018), tetapi karena belum ada pemenang lelang pengadaan sarana prasarananya akhirnya jadwal itu diiundur menjadi Jumat (7/12/2018), kemudian mundur lagi menjadi Sabtu (8/12/2018).

Tes SKB diikuti 7.938 peserta dari sembilan kabupaten/kota, yakni Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Solo, Blora, Grobogan, dan Rembang.

Persiapan teknis di GOR Diponegoro Sragen dimulai Rabu pagi dengan memasang kajang di sejumlah lokasi tahapan tes, yakni mulai dari lokasi pengamanan, posko kesehatan, penitipan barang, registrasi, PIN registrasi, hingga tempat pengarahan untuk peserta.

“Ini kursi sebanyak 430 unit muat?” tanya Agus kepada seorang pekerja.

Ternyata dengan kajang sekian belum cukup. Agus meminta menambah satu plong lagi agar bisa muat menampung peserta saat mendapat pengarahan.

“Kami sudah pengalaman pada saat tes SKD [seleksi kompetensi dasar]. Jadi kami tinggal mendapat perintah, laksanakan seperti tes SKD. Padahal dulu untuk persiapan harus rapat berulang kali. Bahkan Bu Bupati dan Pak Wabup ikut rapat di sini. Sekarang tinggal jalan saja,” tutur Agus.

Setelah pasang kajang, Agus menjadwalkan penataan meja dan kursi beserta laptop pada Kamis (6/12/2018). Agus memprediksi laptop sebanyak 450 unit akan tiba pada Kamis sore.

Dia mengatakan laptop yang digunakan untuk tes nanti sebanyak 400 unit dan sisanya 50 unit untuk cadangan. “Untuk perubahan jadwal akan kami umumkan di website bkpp.sragenkab.go.id mulai Kamis besok [hari ini]. Para peserta sudah hafal untuk informasi tetap memantau laman resmi BKPP,” ujarnya.

Seorang peserta asal Grobogan, Nita, mengaku belum mengetahui adanya perubahan jadwal tes SKB di Sragen. Dia mengetahui awalnya tes SKB di Sragen dimulai Jumat (7/12/2018) setelah membaca koran.

Dia belum tahu ada perubahan lagi karena saat melihat di laman resmi BKPP Sragen belum ada pengumuman jadwal tes SKB per Rabu sore. “Biasanya kami memang memantau lewat laman BKPP. Saya dapat info dari teman di Boyolali, untuk tes SKB peserta dari Boyolali dimulai Minggu [9/12/2018]. Kemudian Karanganyar antara 11-12 Desember 2018. Ada share perkiraan jadwal dari Telegram juga. Saya rencana menginap di tempat saudara mulai Jumat besok,” katanya.

Selain persiapan lokasi, BKPP juga menyiapkan rambu-rambu penunjuk arah. Rambu-rambu saat pelaksanaan tes SKD masih terpasang di lokasi.

Selain itu ada pula fasilitas kuliner tetapi tidak banyak. Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Sragen hanya menyediakan 15 stan untuk kuliner karena waktu tesnya hanya sepekan.