Fondasi Pekarangan Longsor Timpa Rumah di Selo Boyolali

Warga bersama TNI dan Polri bergotong-royong membersihkan fondasi longsor yang menimpa rumah warga Dukuh Tegalsruni, Desa Samiran, Selo, Boyolali, Rabu (5/12 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
05 Desember 2018 10:52 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Fondasi pekarangan milik Marsono, 60, warga RT 003/RW 005, Dukuh Tegalsruni, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, longsor pada Selasa (4/12/2018).

Material longsoran menimpa tembok rumah milik Gito Miarjo, 55, tetangga Marsono. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari para tetangga di lokasi, Rabu (5/12/2018), peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Sebelum kejadian, wilayah di lereng Gunung Merapi tersebut diguyur hujan deras dan longsor terjadi pada saat hujan sudah reda.

“Sebelumnya memang hujan deras. Pas sudah reda malah tiba-tiba tebing [fondasi] pekarangan belakang rumah Pak Marsono longsor dan mengenai bagian belakang rumah pak Gito. Rumah mereka saling membelakangi,” ujar Sisam Anwar, 74, salah satu tetangga korban.

Longsor menimbulkan suara gemuruh dan mengagetkan Gito dan empat penghuni rumah lainnya yang saat itu berada di dalam rumah. Mendengar suara tersebut, mereka bergeras lari ke luar rumah menyelamatkan diri.

Setelahnya, mereka memeriksa sumber suara dan ternyata fondasi rumah tetangganya ambruk mengenai rumah. Fondasi yang longsor sepanjang sekitar 20 meter setinggi sekitar enam meter dan mengenai rumah Gito hingga tembok bagian belakang roboh.

Sementara itu, tetangga yang mendengar peristiwa itu juga langsung bergegas menuju lokasi dan memeriksa situasi. Melihat kondisi longsor tersebut, keluarga dan tetangga memutuskan untuk membersihkan material longsor keesokan harinya atau Kamis.

Sedangkan Gito dan keluarganya malam itu mengungsi ke rumah saudaranya tak jauh dari rumah mereka. Sementara itu, pada Kamis, sejak pagi warga setempat bersama TNI dan Polri bergotong royong membersihkan lokasi.

Hingga sekitar pukul 09.40 WIB, kerja gotong royong masih berlangsung. Sementara itu, hujan deras disertai angin menerjang lereng gunung Merapi itu juga menyebabkan bencana lain. Atap belasan rumah warga rusak dan sebuah antena radio komunitas roboh.