Keramik Dinding Rontok Kurangi Keindahan Masjid Agung Al Aqsha Klaten

Salah satu keramik di dinding bagian depan Masjid Agung Al Aqsha Klaten rontok, Selasa (4/12 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
05 Desember 2018 07:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Salah satu keramik yang tertempel pada dinding Masjid Agung Al Aqsha Klaten rontok. Beruntung, rontoknya keramik itu tak menimpa jamaah masjid.

Keramik yang terlepas berada di atas salah satu pintu masuk utama masjid di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, tersebut. “Informasinya memang ada [keramik] yang thethel [terlepas] satu di bagian depan. Untuk kapan terlepasnya saya kurang tahu harinya apa,” kata Ketua Takmir Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Mustari, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (4/12/2018).

Mustari mengatakan keramik yang terlepas merupakan bagian dari bangunan lama. Ia menilai wajar jika dalam pembangunan ada bagian yang kurang teliti.

“Itu garapan dulu. Garapan yang begitu besar terkadang ada yang teliti dan tidak,” katanya.

Ia menjelaskan meski ada salah satu keramik dinding yang rontok, Masjid Agung Al Aqsha masih aman untuk digunakan sebagai tempat ibadah. Dia menyampaikan saat ini Pemkab tengah memperbaiki kawasan masjid.

“Saat ini ada semacam perawatan di masjid. Nanti keramik yang terlepas diperbaiki serta diteliti keramik-keramik yang kurang kuat juga diperbaiki,” urai dia.

Sebagai informasi, Masjid Agung Al Aqsha dibangun secara bertahap sejak 2012 hingga 2015. Proyek pembangunan masjid itu menelan biaya sekitar Rp65 miliar dari APBD Klaten. Masjid mulai dibuka untuk umum sejak Juni 2016.

Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperwaskim) Klaten, Juwito, mengatakan keramik yang terlepas sudah lama terpasang. Ia juga menjelaskan kondisi bagian bangunan lainnya di masjid tersebut masih aman.

Juwito menjelaskan saat ini Pemkab melakukan pemeliharaan masjid dengan melakukan perbaikan seperti pada bagian air mancur, tempat wudu masjid, serta pengecatan. Dana pemeliharaan menggunakan APBD senilai Rp1,656 miliar.

Soal perbaikan keramik yang rontok, Juwito menjelaskan jika dimungkinkan perbaikan keramik itu dimasukkan dalam kegiatan pemeliharaan masjid tahun ini. “Insya Allah dibenahi. Kami juga melihat dulu volume pekerjaan pemeliharaan saat ini,” urai dia.