Kabar Duka: Perjuangan dr. Endang Tatar Solo Melawan Rasa Sakit

Dokter Anak di Solo, Endang Tatar (Istimewa)
06 Desember 2018 10:00 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dokter anak ngehits di Solo, dr. Endang Dewi Lestari atau biasa disapa Endang Tatar meninggal dunia, Rabu (5/12/2018) pukul 04.50 WIB.

Suami Endang, Tatar Sumandjar, mengisahkan bagaimana perjuangan mendiang isterinya selama 9-10 tahun melawan penyakit gagal ginjal yang di derita sejak tahun 2008.

Mendiang isterinya tak pernah mengeluh sakit. Mendiang isterinya malah terlihat sehat-sehat saja dengan penyakitnya tersebut.

Mendiang isterinya juga harus melakukan cuci darah sebanyak dua kali dalam satu pekan, yang awalnya di RS. Yarsis Solo dan kemudian ke RS. Kasih Ibu.

“Semua perawat sangat mengenal isteri saya di sana [RS. Kasih Ibu]. Dia [mendiang dokter Endang Tatar] malah sering pergi ke luar negeri untuk mengikuti seminar, workshop, dan saat sakit dia juga menjadi staf di RSUD Dr. Moewardi dan program pendidikan dokter spesialis [PPDS] Departemen Anak Fakultas Kedokteran UNS,” cerita Tatar kepada Solopos.com, Rabu.

Dokter Tatar menjelaskan mendiang isterinya juga memiliki moto hidup saat masih hidup dan menderita gagal ginjal yaitu sakit adalah ujian dari Tuhan, asal mau berusaha menyembuhkan dan ikhlas menjalani penderitaan dan pengobatan untuk bertahan.

Tatar juga menjelaskan selama bergelut dengat penyakitnya, mendiang isterinya masih dipercaya menjadi pelayan pasien di masyarakat maupun rumah sakit.

“Selama sakit praktek di rumah masih banyak,” ungkap Tatar mengenang mendiang isterinya saat berbincang dengan Solopos.com.

Selain menderita gagal ginjal, dokter Endang Tatar juga pada Agustus 2017 pernah mengalami gegar otak setelah terpeleset di kamar mandi dan sehat kembali.

Kemudian di tahun berikutnya di bulan yang sama, mendiang isterinya mengalami gegar otak lagi setelah tersandung seusai mengikuti upacara peringatan HUT RI di RSUD Dr. Moewardi.

“Setelah satu bulan pulang, dua bulan berikutnya sudah mondok di rumah sakit lagi dan tadi pagi meninggal. Sebelum meninggal dia berpesan pada anak-anak kami agar meneruskan sekolah sampai selesai, karena anak-anak masih mengambil kuliah profesi spesialis jantung anak untuk yang anak kami yang pertama, spesialis bedah tulang untuk anak kami yang kedua, dan spesialis bedah urologi [urin] yang baru awal-awal kuliah. Semuanya harus diselesaikan [kuliahnya],” pungkas Tatar.