Wisata Air Bendung Karet Tirtonadi Solo Dibuka Untuk Umum Mulai Februari

Jogging track dibangun BBWSBS di bantaran Kali Anyar wilayah Nusukan, Banjarsari, Solo. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
06 Desember 2018 16:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menargetkan wisata air di Bendung Karet Tirtonadi mulai dibuka untuk masyarakat umum pada Februari mendatang.

Selain jembatan kaca dan jembatan tugu keris yang menjadi ikon wisata baru di kawasan Tirtonadi itu, perahu motor juga disiapkan melengkapi wisata air di sana.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo berharap bendung karet Tirtonadi yang dilengkapi jembatan kaca bisa diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat ini, proyek bendung karet Tirtonadi tengah dalam tahap finalisasi dan ditargetkan rampung pada tahun ini.

“Bendung karet Tirtonadi akan menjadi wisata air baru bagi warga Kota Solo dan sekitarnya. Nanti akan kita lengkapi juga dengan perahu motor,” kata dia ketika berbincang dengan wartawan di Balai Kota, Rabu (5/12/2018).

Pemkot berencana menggalang bantuan melalui corporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan untuk pengadaan perahu motor tersebut. Perahu motor akan dioperasionalkan setelah pengerukan sedimen di bendung karet Tirtonadi rampung dikerjakan.

Selama ini sedimen di aliran Kali Pepe maupun Kali Anyar sangat tinggi. Dengan begitu perlu dikeruk sebelum wahana perahu motor dioperasionalkan guna melengkapi wisata air tersebut.

“Beberapa ikon wisata di sana juga sudah ada, seperti jembatan kaca dan jembatan tugu keris. Harapannya semua pengunjung yang datang nanti mau dan mampu menjaga kebersihan,” katanya.

Jembatan Tirtonadi dengan sentuhan ikon tugu keris merupakan bagian dari penghormatan dan penghargaan kepada nenek moyang yang mewariskan budaya bangsa berupa keris. Keris diakui UNESCO sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

Guna melestarikan warisan budaya bangsa ini, di Kota Solo bahkan dibangun Museum Keris Nusantara yang bertujuan menguatkan keberadaan Solo sebagai kota budaya. Operasional Museum Keris menjadi sarana edukasi bagi pengunjung tentang keris, serta keberagaman tosan aji yang ada di Indonesia.

“Semua akan saling melengkapi. Di Tirtonadi ada jembatan tugu keris, dan jika ingin belajar tentang keris datang ke museum. Saya rasa ini akan menjadi magnet bagi Solo,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan keberadaan Papan Kawruh Tirta di Gilingan atau bernama Galeri Sungai di depan Terminal Tirtonadi juga melengkapi wisata air di bendung karet Tirtonadi.

Papan Kawruh Tirta akan menjadi wisata edukasi airnya. Bangunan berbentuk kapal itu menjadi salah satu tempat wisata baru di Kota Solo.

Lebih dari itu, Papan Kawruh Tirta juga menjadi pusat pembelajaran mengenai air, sungai, dan danau. "Di sini bisa belajar tentang air, bisa air tanah, air sungai dan air lainnya, ada juga dokumen tentang masterplan sungai di Solo,” katanya.

Di dalam bangunan yang berdiri sejak 2016 lalu terdapat ruangan yang berisi foto-foto sungai dan ragamnya. Selain itu berisi tentang informasi dan lokasi sungai di Solo.

Kemudian disiapkan sejarah sungai yang diputar melalui media film. “Sekolah sungai juga bisa di sini," katanya.