Gusar Soal Flyover Purwosari, Pemkot Solo Wadul Ke Komisi V DPR

Perlintasan KA Purwosari Solo. (Solopos/Dok)
06 Desember 2018 18:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Belum adanya kepastian terkait proyek pembangunan jalan layang (flyover) Purwosari membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Solo gusar.

Selain telah menyiapkan anggaran pendamping Rp9 miliar lebih untuk pemindahan jaringan pipa PDAM, belum digarapnya proyek itu dikhawatirkan membuat kemacetan di Kota Solo semakin parah.

Hal ini seiring terus bertambahnya jumlah kendaraan yang melintas di Solo. Kegusaran tersebut disampaikan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo di hadapan anggota Komisi V DPR yang melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kota Solo, Kamis (6/12/2018).

Orang nomor satu di Pemkot Solo ini meminta pembangunan flyover Purwosari bisa dikerjakan sesuai target awal pada Januari mendatang. “Kami berharap melalui Komisi V bisa menyampaikan ke pemerintah pusat agar flyover Purwosari bisa dikerjakan awal tahun nanti,” katanya.

Wali Kota pun menyampaikan bagaimana kondisi jalanan di Kota Bengawan saat ini. Di mana kemacetan di perlintasan sebidang Purwosari selalu terjadi saat kereta api melintas.

Bahkan dikhawatirkan jika proyek tersebut tidak segera dikerjakan akan menambah parah kemacetan di perlintasan sebidang Purwosari. Karena itu, Wali Kota berharap Komisi V ikut memperjuangkan anggaran pembangunan flyover Purwosari yang kini masuk dalam proyek strategis nasional.

Wali Kota tak memungkiri proyek pembangunan flyover Purwosari mundur karena menunggu pengerjaan jalan layang Manahan rampung tahun ini. “Tapi setidaknya sudah bisa dipastikan flyover Purwosari dikerjakan mulai awal tahun depan,” katanya.

Berbagai persiapan telah dikerjakan Pemkot. Pemkot juga telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait kesiapan utilitas yang terdampak mengganggu proyek flyover.

Namun hingga kini, Pemkot belum menerima informasi lebih lanjut perihal realisasi pembangunan jalan layang Purwosari dari pemerintah pusat. Padahal sebelumnya, lelang proyek itu ditargetkan berlangsung Desember ini.

Pemkot juga yang sedianya merencanakan merelokasi pipa jaringan transmisi air bersih milik PDAM dari lokasi proyek ke lokasi lain awal tahun depan, belum pasti. Pemindahan tersebut sesuai rencana dikerjakan hampir berbarengan dengan pemindahan jaringan listrik, telepon, dan vegetasi milik sejumlah instansi.

"Sebenarnya dokumen lelang sudah disiapkan, termasuk DED [detail engineering design] jaringan pipa baru. Tapi kami masih menunggu instruksi lebih lanjut, termasuk kejelasan anggaran dan lelang pembangunan flyover-nya,” katanya.

Kepala Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Jawa Tengah, Aris Rudianto, membenarkan lelang pengerjaan flyover Purwosari belum ada kepastian. Dia masih menunggu kepastian kucuran anggaran dari pemerintah pusat.

“Jadi memang awalnya Desember akan dilelang. Tapi kami tetap tunggu anggaran dulu, kalau sudah pasti kami segera lelang,” katanya singkat.

Wakil Ketua Komisi V DPR, Anton Sukartono, mengatakan akan menindaklanjuti laporan Wali Kota terkait dana pembangunan flyover Purwosari. Menurutnya pembangunan flyover tersebut mendesak direalisasikan dan merupakan usulan penganggaran dari Komisi V sesuai hasil kunker di Kota Solo pada Februari lalu.

“Hari ini kami membawa 19 anggota dari Komisi V DPR untuk menyerap dan melihat progress proyek infrastruktur di Solo yang berkaitan dengan komisi V. Hasilnya akan kami bawa dalam rapat kerja Komisi V, termasuk soal flyover Purwosari,” katanya.