Saluran Irigasi Wonosegoro Boyolali Jebol Tertimpa Material Proyek

Saluran irigasi pertanian di Desa Jrebeng, Wonosegoro, Boyolali, jebol tertimpa material proyek sejak Minggu (2/12 - 2018) sore. (Istimewa/Arwani)
06 Desember 2018 15:15 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Saluran irigasi di Dukuh Gumuk, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, jebol lantaran tertimpa material proyek dari pabrik yang tengah dibangun di kawasan tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, saluran tersebut jebol sejak Minggu (2/12/2018) yang disebabkan oleh faktor cuaca. Salah satu warga Wonosegoro, Arwani, menuturkan jebolnya saluran irigasi tersebut mengakibatkan air tak bisa mengaliri persawahan warga.

Padahal saluran di Desa Jrebeng yang rusak itu merupakan saluran utama untuk pertanian yang melintasi sejumlah desa seperti Karangjati, Ketoyan, Gosono, dan Banyusri. Saluran yang ambrol kira-kira sepanjang 200 meter dan lebar 40 meter dengan kedalaman sekitar 40 meter.

Hingga kini, air yang tersisa di dalam saluran belum dapat mengalir ke luar. Akibatnya areal persawahan yang sudah ditanami padi dan membutuhkan irigasi terpaksa hanya mengandalkan air hujan.

Sementara areal yang belum ditanami padi kemungkinan akan mundur masa tanamnya. Saat dimintai keterangan, Sekretaris Kecamatan Wonosegoro sekaligus Pj. Kepala Desa Karangjati, Sujio, mengatakan sudah melaporkan hal ini kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Boyolali.

Peninjauan lokasi juga telah dilaksanakan pada Selasa (4/12/2018) lalu. Meski demikian, imbuh Sujio, belum ada langkah pasti yang akan diambil. “Saat ini masih menunggu keputusan,” kata dia.

Sementara itu, dari pengelola pabrik yang tengah dibangun hingga berita ini ditulis belum ada yang bisa dimintai keterangan.