Sempat Patah, Jembatan Grawah di Jalur SSB Boyolali Kini Siap Dilewati

Kendaraan melintas di sekitar Jembatan Grawah yang baru selesai dibangun kembali di Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali, Rabu (5/12 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
06 Desember 2018 17:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Jembatan Grawah di Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali, yang patah sebagian akibat banjir pada Maret 2017 lalu kini sudah kelar dibangun kembali.

Jembatan itu diharapkan segera dioperasikan sehingga lalu lintas di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) tersebut kembali lancar.

Pengawas proyek dari Bina Marga Jateng di jalur SSB, Sumarwan, mengatakan sesuai target, pekerjaan tersebut harus selesai pada 10 Desember 2018. Namun jika sebelum tenggat waktu pembangunan sudah selesai, jalan sudah bisa dioperasikan.

“Mungkin sebelum tanggal itu malah sudah bisa dioperasikan,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu (5/12/2018).

Sementara itu, disinggung mengenai rencana acara seremonial persemian jembatan, Sumarwan mengaku belum mengetahui rencana tersebut. “Sampai sekarang belum ada konfirmasi apakah ada acara peresmian atau tidak,” kata dia.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu, jembatan baru di sebelah jembatan lama tersebut sudah bisa dilewati kendaraan roda dua. Sedangkan kendaraan roda empat masih harus melintas di jembatan Bailey yang merupakan jembatan darurat di atas jembatan lama yang patah tahun lalu.

Pekerja terlihat masih menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya di sekitar jembatan yang belum selesai. Sebagaimana diketahui, satu lajur jembatan tersebut patah tahun lalu akibat penyangganya tergerus erosi. Pemprov Jateng menempatkan jembatan bailey sebagai jembatan darurat.

Pada 2018, Pemprov Jateng membangun jembatan baru di sebelah jembatan lama dengan panjang sekitar 40 meter dan lebar sekitar 7 meter. Biaya awal untuk pembangunan multitahun itu sekitar Rp6,1 miliar. Pada papan proyek diinformasikan pekerjaan selama 270 hari kalender itu dikerjakan PT Armada Hada Graha.