Pilkades Wonogiri: Penantang Tumbangkan Petahana di 16 Desa

Warga memasukkan surat suara saat pemungutan suara Pilkades Jendi, Selogiri, Wonogiri, Selasa (4/12 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
06 Desember 2018 07:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Penantang petahana atau incumbent di 16 desa pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Wonogiri 2018, Selasa (4/12/2018), memberi kejutan. Mereka menang dari petahana dengan perolehan suara tak terpaut jauh.

Data yang diperoleh Solopos.com dari rekapitulasi hasil pilkades serentak di 50 desa yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri, Rabu, petahana menjadi kontestan di 40 desa.

Sebanyak 24 petahana menang di desa masing-masing. Selebihnya, 16 petahana kalah. Sebagian besar penantang memenangi pertarungan dengan perolehan suara tak terpaut terlalu jauh dari petahana.

Ada pula yang bisa memenangi kontestasi dengan perolehan suara terpaut cukup jauh. Penantang yang mengungguli petahana seperti terjadi di Sendang, Kecamatan Wonogiri.

Sukamto P.W. yang meraup 1.166 suara unggul tipis dari petahana, Budi Hardono, yang meraup 1.034 suara. Sukamto merupakan Ketua BUM Desa Sendang Pinilih di bawah naungan Pemerintah Desa (Pemdes) Sendang.

Petahana juga kalah di Gumiwang Lor, Wuryantoro. Penantang, Suparman, yang meraup 1.090 suara menang dari petahana, Parwoto, yang dicoblos 994 pemilih.

Suparman adalah kades setempat yang menjabat sebelum Parwoto. Kejutan juga terjadi di Tasikhargo, Jatisrono. Suyoto yang menjadi penantang petahana, Trianto, unggul tipis. Suyoto meraup 984 suara, sedangkan Trianto mendapatkan 879 suara.

Berbeda halnya di Tanjungsari, Tirtomoyo. Penantang, Wiyadi, unggul cukup telak dari petahana, Basrowi Toha. Wiyadi yang merupakan pensiunan guru SD memperoleh 1.114 suara, sedangkan Basrowi mendapatkan 390 suara.

Kejutan lain terjadi di Slogohimo, Kecamatan Slogohimo. Penantang, Dewantoro, yang memperoleh 1.058 suara menang telak dari petahana, Joko Suyanto, dengan perolehan 260 suara.

Pada bagian lain, di sejumlah desa terjadi persaingan ketat antarcalon kades. Hal itu terlihat dari perolehan suara yang terpaut tipis. Misalnya di Brenggolo, Jatiroto.

Kades setempat periode 2007-2012, Maryoto, menang dengan perolehan suara hanya terpaut tiga suara dari perangkat desa setempat, Sino. Maryoto meraup 807 suara, sedangkan Sino 804 suara.

Camat Jatiroto, Andika, menginformasikan hingga Rabu pukul 13.00 WIB tidak ada cakades Brenggolo atau pendukungnya yang mengajukan aduan atau keberatan atas hasil pilkades. Meski di luar desa ada pandangan suasana Brenggolo masih menghangat, tetapi menurut Andika suasananya biasa saja.

Warga sudah beraktivitas rutin sebagaimana dilakukan setiap hari. "Dari sebelum pemungutan suara pun suasana di Brenggolo biasa saja,” kata Camat.

Terpisah, Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD Wonogiri, Zygma Idatya Fitha, mengatakan hingga Rabu pukul 12.30 WIB tidak ada laporan adanya pihak yang mengajukan keberatan atas hasil pilkada.

Waktu pengajuan keberatan sampai Kamis (6/12/2018) ini. Dia berharap semua pihak menerima hasil pilkades.